Tangkapan layar becak bantuan presiden yang diunggah oleh pengguna medsos yang diduga dijual di Lamongan
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan menelusuri informasi terkait dugaan penjualan becak listrik bantuan Presiden yang beredar di Facebook dan mencantumkan lokasi Kabupaten Lamongan.
Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dari berbagai sumber, termasuk laporan yang diteruskan sejumlah pengurus partai politik di daerah.
BACA JUGA:
- Dongkrak Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemkab Jember Sulap Angkutan Konvensional Jadi Angkutan Wisata
- Hadapi New Normal, Ning Ita Resmikan Becak Tangguh Semeru
- Peduli Korban Covid-19, ASN Pemkab Sumenep Bagikan Sembako ke Ratusan Tukang Becak
- Hibur Tukang Becak Terdampak Corona, Polisi di Jember Bagikan 1.300 Nasi Kotak
Namun, hasil verifikasi awal menunjukkan becak listrik yang ditawarkan di media sosial diduga bukan milik warga Lamongan.
"Beberapa hari yang lalu kita juga dapat informasi, kebetulan juga kita dapat share dari teman-teman Gerindra. Saat ini kita memang lagi melihat, karena bagaimanapun kita tidak tahu kan sumber berita itu apa, didasarkan dari mana," ujar Anang Taufik saat ditemui, Selasa (9/6/2026).
Menurut Anang, hasil penelusuran sementara mengarah pada dugaan bahwa pengunggah hanya memanfaatkan grup jual beli yang menyasar pengguna di Lamongan untuk memperluas jangkauan pasar. Sementara lokasi barang yang ditawarkan belum tentu berada di Kabupaten Lamongan.
"Teman-teman setelah melihat kroscek di lapangan itu, kemungkinan besar itu becak itu tidak punya orang yang ada di Lamongan. Karena beberapa kali kita turun dan survei, ya kemungkinan karena di medsosnya itu kebetulan memang menggunakan berita jual beli Lamongan," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




