Pertamax Naik Hampir Rp4.000, Konsumen SPBU Jetis Lamongan Pindah Haluan ke Pertalite

Pertamax Naik Hampir Rp4.000, Konsumen SPBU Jetis Lamongan Pindah Haluan ke Pertalite Antrean di SPBU Jetis Lamongan

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis mulai Rabu (10/6/2026) langsung berdampak pada pola konsumsi masyarakat. 

Di Jetis, Kabupaten Lamongan, penjualan tercatat menurun drastis pada hari pertama pemberlakuan harga baru.

Harga yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter. Kepala Shift Jetis, Andri Risdianto, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah pihaknya menerima pemberitahuan dari Pertamina pada Selasa (9/6/2026) malam.

Menurut Andri, informasi kenaikan harga diterima sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, karena Jetis tidak beroperasi selama 24 jam dan tutup pada tengah malam, harga baru mulai diberlakukan saat operasional kembali dibuka pukul 05.00 WIB.

“Pemberitahuan kami terima sekitar pukul 21.00 malam. Mulai tanggal 10 Juni pukul 00.00 harga harus disesuaikan. Karena kami tidak 24 jam, maka harga baru kami berlakukan saat operasional dimulai pukul 05.00 pagi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan dampak kenaikan harga langsung terasa pada penjualan . Sejumlah pelanggan memilih beralih ke Pertalite yang hingga kini masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.

“Penjualan menurun drastis. Kemungkinan masyarakat masih kaget karena kenaikannya cukup besar, hampir Rp4.000 per liter. Akhirnya banyak yang beralih ke Pertalite,” katanya.

Meski terjadi pergeseran konsumsi BBM, Andri memastikan ketersediaan stok di Jetis tetap aman. Pasokan dari Pertamina juga berjalan lancar sehingga tidak ada kekhawatiran terkait kelangkaan bahan bakar.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO