“Pemberitahuan kami terima sekitar pukul 21.00 malam. Mulai tanggal 10 Juni pukul 00.00 harga harus disesuaikan. Karena SPBU kami tidak 24 jam, maka harga baru kami berlakukan saat operasional dimulai pukul 05.00 pagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dampak kenaikan harga langsung terasa pada penjualan Pertamax. Sejumlah pelanggan memilih beralih ke Pertalite yang hingga kini masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.
“Penjualan menurun drastis. Kemungkinan masyarakat masih kaget karena kenaikannya cukup besar, hampir Rp4.000 per liter. Akhirnya banyak yang beralih ke Pertalite,” katanya.
Meski terjadi pergeseran konsumsi BBM, Andri memastikan ketersediaan stok di SPBU Jetis tetap aman. Pasokan dari Pertamina juga berjalan lancar sehingga tidak ada kekhawatiran terkait kelangkaan bahan bakar.










