Saat melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya, JF mengungkapkan kondisi psikologis putrinya masih terguncang.
"Mental psikis masih terpukul. Masih trauma lihat lapangan sudah nggak mau lihat apa sasana nggak mau. Apalagi lihat unit yang dipakai dia gak mau," kata JF.
BACA JUGA:Usai Kasus Gion Spa, Ditres PPA & PPO Polda Jatim Gelar Sosialisasi ke Pengusaha Hiburan Malam
Kasus itu terungkap setelah korban mendadak meminta berhenti berlatih dan keluar dari Perbakin. Awalnya, JF mengaku tidak memahami alasan perubahan sikap putrinya tersebut.
Karena dalam waktu dekat akan berlangsung seleksi Pra-PON dan Porprov, ia bahkan sempat meminta anaknya tetap mengikuti latihan seperti biasa.










