Ringkasan Berita
- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan di Kelurahan Ketami, Kota Kediri, dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat dan mewujudkan kemandirian desa.
- Kegiatan KWT Flamboyan dinilai sebagai langkah strategis membangun kemandirian, memperkuat ketahanan wilayah, dan mendukung kedaulatan pangan dari tingkat kelurahan, dengan produk yang sudah dijual ke beberapa tempat.
- Menteri PPPA mengajak Pemkot Kediri untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang ketahanan pangan keluarga, termasuk memanfaatkan lahan terbatas dengan polybag, yang berdampak positif secara ekonomi dan lingkungan.
- Walkot Kediri Vinanda Prameswati menyebut kunjungan ini momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat-daerah dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan ketahanan pangan berbasis keluarga, serta menunjukkan potensi lokal seperti budidaya ikan cupang dan sayuran.
- Indeks Pembangunan Gender Kota Kediri pada 2025 mencapai 96,36 dan terus meningkat dalam lima tahun terakhir, mencerminkan kemajuan dalam pemberdayaan perempuan di daerah tersebut.
Menteri PPPA menjelaskan, kemandirian yang dimaksud adalah kemampuan desa atau kelurahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya secara mandiri.
KWT Flamboyan sendiri digagas oleh perempuan-perempuan di Kelurahan Ketami. Arifatul Fauzi menilai gerakan tersebut bukan sekadar aktivitas bercocok tanam.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dari tingkat kelurahan.
"Saya ingin menyampaikan pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus berkolaborasi agar setiap desa atau kelurahan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Kelurahan ini sudah memulai dengan Kelompok Wnaita Tani bahkan produknya sudah dijual ke beberapa tempat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga mengajak Pemerintah Kota Kediri untuk terus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga.
Menurutnya, keterbatasan lahan tidak lagi menjadi alasan karena masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menanam tanaman produktif menggunakan polybag.
"Dengan tumbuh kesdaran untuk menanam tanaman yang dapat dikonsumsi sebenarnya bukan hanya berdampak secara ekonomi. Namun juga oksigen di lingkungan akan lebih baik," ungkapnya.
"Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa kunjungan Menteri PPPA menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta ketahanan pangan berbasis keluarga.
"Perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, mengembangkan usaha produktif, hingga mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan," ujar Vinanda .
Lebih lanjut, Vinanda menjelaskan, kunjungan Menteri PPPA menjadi kesempatan untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Kediri.
Salah satunya berada di Kelurahan Ketami yang memiliki budidaya ikan hias cupang serta berbagai produk unggulan berupa sayuran hasil kegiatan KWT Flamboyan.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perempuan untuk terus mengembangkan usaha dan meningkatkan produktivitasnya.
"Saya percaya perempuan-perempuan di sini hebat. Meskipun hanya memiliki dua tangan namun dapat melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu," jelasnya.
Vinanda menambahkan, Indeks Pembangunan Gender Kota Kediri pada 2025 mencapai angka 96,36 dan terus menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. (uji/van)










