Ringkasan Berita
- M. Afif Zamroni (Gus Afif), Staf Khusus Menteri Desa, meninjau dan mengapresiasi budidaya melon hidroponik yang dikelola BUMDes Maju Makmur di Desa Balerejo, Madiun. Ia menilai program ini sebagai contoh nyata pemanfaatan Dana Desa yang berhasil memperkuat ketahanan pangan.
- Unit usaha melon hidroponik menggunakan lahan 500 m² dan menanam jenis Intanon, yang dipanen sekitar 65 hari dengan rata-rata bobot 2 kg per buah. Hasil panen dipasarkan ke supermarket di Ngawi dan komunitas, serta menyelenggarakan wisata petik melon sebagai bagian dari edukasi dan pemasaran.
- Direktur BUMDes, Bobi Rudani, menyatakan budidaya ini adalah satu dari enam unit usaha BUMDes dan telah memasuki masa panen kedua sejak dimulai akhir Januari 2026. Kegiatan wisata petik melon bertujuan untuk menarik pengunjung sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pertanian hidroponik.
- Gus Afif menegaskan BUMDes perlu terus berinovasi dengan menggali potensi dan keunikan setiap desa untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Ia mendorong pengembangan karakteristik lokal sebagai modal untuk kemajuan desa.
- Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat kelembagaan BUMDes agar pemanfaatan Dana Desa semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
MADIUN,BANGSAONLINE.com - Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan,M. Afif Zamroni atau Gus Afif, meninjau budidaya melon hidroponik yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari.










