Ringkasan Berita
- Kebakaran lahan tebu siap panen di Dusun Mangu, Kabupaten Kediri, terjadi pada Senin 29 Juni 2026 dan dipadamkan Tim Damkar dalam proses lebih dari tiga jam tanpa korban jiwa.
- Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp80 juta, mencakup lahan tebu dan satu unit sepeda motor, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan bernilai Rp10 juta.
- Penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas warga membersihkan daun tebu kering dengan cara dibakar tanpa tindakan isolasi, sehingga api cepat merambat.
- Laporan awal menyebut objek terbakar adalah rumah, tetapi setelah konfirmasi ulang ternyata adalah lahan tebu milik Maliki.
- Tim Damkar Pos Pare tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah laporan masuk dan melakukan pemadaman dengan armada berkapasitas 5000 liter.
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Lahan tebu siap panen milik Maliki di Dusun Mangu, Desa Kapi, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, terbakar hebat pada Senin (29/6/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp80 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Mukharom pada pukul 10.40 WIB.
Tim Damkar Pos Pare kemudian diberangkatkan lima menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.
"Begitu sampai di lokasi, Tim Damkar Kabupaten Kediri langsung melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan unit armada Pos Pare dengan kapasitas 5000 liter," kata Kaleb, Senin (29/6/2026).
Kaleb menjelaskan, proses pemadaman berlangsung lebih dari tiga jam hingga api berhasil dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun, selain menghanguskan lahan tebu, kebakaran juga membakar satu unit sepeda motor Honda Revo.
Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp80 juta, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan ditaksir senilai Rp10 juta.
"Laporan masuk mengenai kejadian kebakaran yang awalnya adalah rumah, ternyata saat dikonfirmasi ulang objek yang terbakar adalah lahan tebu. Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, adanya aktivitas membersihkan daun tebu kering dengan cara di bakar dan tidak ada upaya untuk melakukan isolasi material sehingga api dengan cepat merambat ke lahan tebu yang hendak di panen," pungkasnya. (uji/van)










