BANGSAONLINE.com - Langit malam sepanjang Juli 2026 akan dihiasi berbagai fenomena astronomi menarik. Mulai dari pertemuan bulan dengan sejumlah planet, kemunculan Komet 10P/Tempel 2, hingga waktu terbaik mengamati Galaksi Bima Sakti.
NASA menyebut cincin Saturnus akan tampak lebih tipis dari biasanya. Salah satu peristiwa yang patut disaksikan terjadi pada 11-12 Juli menjelang fajar, ketika bulan sabit tua terlihat berdekatan dengan Mars dan Saturnus di langit timur.
Uranus juga berada di kawasan langit yang sama, meski hanya bisa diamati dengan teleskop atau teropong karena cahayanya redup.
Memasuki fase Bulan Baru pada 14 Juli, pengamat langit berkesempatan melihat Komet 10P/Tempel 2. Komet berperiode pendek ini mengelilingi Matahari setiap sekitar 5,5 tahun dan akan tampak sebagai cahaya samar dengan inti terang serta ekor pendek berbentuk kipas.
Malam gelap di sekitar 14 Juli juga menjadi waktu ideal untuk menikmati keindahan Galaksi Bima Sakti yang membentang sebagai pita cahaya redup, terutama di sekitar rasi Scorpius dan Sagittarius.
Pada paruh akhir Juli, Saturnus menjadi objek menarik bagi pengguna teleskop. Cincin planet raksasa tersebut tampak sangat tipis akibat perubahan sudut kemiringannya terhadap Bumi. (rom)






