Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - Tahun ini akan dipenuhi beragam fenomena astronomi yang memikat langit dunia, mulai dari gerhana, bulan purnama istimewa, hingga parade planet, semua siap menjadi tontonan langit yang tak terlupakan.
Parade Planet Sejajar
Pada 28 Februari 2026, 6 planet (Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus) akan tampak sejajar. Saturnus, Venus, dan Merkurius terlihat berkelompok di langit selatan, sementara Jupiter bersinar terang dekat Bulan.
Uranus dan Neptunus hanya bisa diamati dengan teleskop. Fenomena serupa kembali terjadi pada Desember, bertepatan dengan Natal.
Gerhana Bulan Total
Fenomena “Blood Moon” akan berlangsung pada 3 Maret 2026 dini hari. Selama lima jam, Bulan tampak memerah hingga oranye. Peristiwa ini dapat disaksikan dari Amerika Utara, Asia, hingga Australia.
Hujan Meteor Lyrid
Langit akan dihiasi hujan meteor Lyrid pada 21-22 April 2026. Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi sisa debu Komet Thatcher yang mengorbit Matahari setiap 415 tahun.
Blue Micromoon
Pada 31 Mei 2026, akan muncul “Blue Micromoon”. Bulan purnama kedua dalam satu bulan ini tampak lebih kecil dan redup karena berada di titik terjauh dari Bumi.
Gerhana Matahari Total
Tanggal 12 Agustus 2026, gerhana Matahari total akan melintasi Rusia, Islandia, Portugal, Spanyol, hingga Greenland timur. Wilayah Afrika, Asia, dan Amerika Utara juga berkesempatan menyaksikan sebagian fenomena ini.
Hujan Meteor Perseid
Masih di bulan Agustus, tepatnya 12-13 Agustus 2026, hujan meteor Perseid akan menghiasi langit malam. Fenomena ini berasal dari puing komet 109P/Swift-Tuttle.
Venus Paling Terang
Pada 18 September 2026, Venus akan tampak paling terang di langit malam. Planet ini terlihat mencolok saat fase sabit karena posisinya lebih dekat ke Bumi.
Hujan Meteor Orionid
Oktober hingga Desember 2026 akan ditutup dengan hujan meteor Orionid. Puncaknya terjadi pada 21-22 Oktober, saat Bumi melintasi debu Komet Halley.
Supermoon
Sebagai penutup, Supermoon akan muncul pada 23 Desember 2026. Bulan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding purnama biasa, menjadikannya fenomena pamungkas tahun ini. (rom)






