BANGSAONLINE.com - BMKG mengimbau petani menyesuaikan jadwal tanam untuk menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi musim kemarau tahun ini. Langkah ini dinilai penting guna mengurangi risiko gangguan produksi akibat berkurangnya curah hujan.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan varietas tahan kering menjadi strategi utama.
“Bagi sektor pertanian, penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tahan kering berumur genjah serta diversifikasi tanaman palawija menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan,” ujarnya.
Menurut dia, fenomena El Nino berpotensi menurunkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim kemarau berlangsung lebih kering dan panjang.
“Fenomena anomali iklim El Nino telah berkembang dan berdasarkan prediksi terbaru BMKG berpotensi mencapai intensitas kuat. Kondisi ini diprediksi dapat mengurangi curah hujan sebagian besar wilayah Indonesia,” paparnya.
BMKG menekankan sektor pertanian perlu mengantisipasi sejak dini dengan pola budidaya yang sesuai kondisi iklim. Varietas tahan kering berumur genjah dinilai lebih mampu bertahan dalam kondisi minim air sekaligus mempercepat masa panen.
Diversifikasi tanaman palawija juga disarankan karena lebih tahan terhadap kemarau dibanding tanaman yang membutuhkan banyak air.
Dengan strategi tersebut, petani diharapkan tetap dapat menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan. BMKG mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kesiapsiagaan sejak awal musim kemarau. (rom)










