Khofifah dan Pangdam Resmikan Karya Bakti TNI di Madura, Bangun 33 Jembatan hingga 400 RTLH

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin resmi memulai pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI di Wilayah Madura Tahun 2026.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7/2026).

Program tersebut digagas sebagai bentuk sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura.

Gubernur Khofifah mengapresiasi Pangdam V/Brawijaya beserta seluruh jajaran yang terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bergotong royong,” kata Gubernur Khofifah.

“Ini luar biasa dari Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Madura. Ini akan ketemu format bagaimana kita membangun sinergi, kolaborasi dan kegotong royongan semua lini, semua level, semua elemen. Terima kasih Pak Pangdam beserta seluruh jajaran,” tambahnya.

Khofifah menjelaskan, Pulau Madura dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 untuk mempercepat pembangunan di kawasan yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan pada sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, hingga kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program tersebut akan memberikan dampak yang luas bagi kemajuan Madura.

“Insya Allah ini multiplier effect-nya akan sangat besar bagi percepatan pembangunan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura,” terangnya.

Menurut Khofifah, percepatan pembangunan di Madura tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, lebih merata, dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026, sejumlah program fisik akan direalisasikan, antara lain pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta MCK, pembangunan 20 sekolah, serta empat panti asuhan.

Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga mencakup berbagai program sosial dan kemanusiaan, seperti operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, bakti kesehatan, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga pemberian kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ada program fisik, ada program sosial dan kemanusiaan. Semuanya dibutuhkan oleh masyarakat dan pastinya berdampak langsung bagi mereka,” lanjutnya.

Salah satu fokus utama Karya Bakti Skala Besar tahun ini adalah peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Khofifah menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memenuhi hak masyarakat atas hunian yang layak sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Ia menambahkan, kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya dalam renovasi RTLH telah berlangsung sejak 2009. Hingga 2025, kolaborasi tersebut telah merealisasikan renovasi 154.399 unit RTLH dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 triliun. Selain itu, sejak 2019 telah dibangun 2.062 unit jamban keluarga guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengalokasikan renovasi 1.700 unit RTLH di 18 Kodim jajaran Kodam V/Brawijaya dengan nilai bantuan Rp25 juta per unit atau total anggaran mencapai Rp42,5 miliar.

“Tahun ini khusus untuk Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan direnovasi, masing-masing 94 unit di Kabupaten Bangkalan, 94 unit di Kabupaten Sampang, 94 unit di Kabupaten Pamekasan, serta 95 unit di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

“Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman, serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong selama pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar agar seluruh program dapat berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu.

Ia juga mengingatkan agar seluruh hasil pembangunan dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan Karya Bakti Skala Besar TNI sebagai momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah di Pulau Madura,” pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin mengatakan pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Wilayah Madura Tahun Anggaran 2026 merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

“Penghargaan dan apresiasi kepada Ibu Gubernur yang telah memberikan komitmen sinergi dan kolaborasi sehingga program ini bisa terselenggara. Ini wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara,” kata Rudi.

“Kami hadir membantu Pemerintah Daerah mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. Tahun ini di Pulau Madura adalah bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, tapi pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (uzi/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: