SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan produk blind box lokal bernama Gantari sebagai alternatif inovatif di tengah maraknya blind box impor.
Produk ini mengangkat kebudayaan Nusantara sekaligus menawarkan edukasi interaktif bagi generasi muda. Gantari dirancang oleh I Nyoman Panji Wiradinata dan Teuku Ariq Musyaffa dengan maskot kucing Taka dan Tara.
“Kami ingin memperkenalkan budaya lokal dengan cara terkini,” kata Panji.
Produk ini mengusung sistem Cultural Blind Box pertama di Indonesia dengan konsep kelangkaan koleksi (Common, Rare, Secret) untuk menarik minat kolektor.
Seri perdana menampilkan 6 busana adat dari Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Bali, dan Kalimantan Barat. Figur setinggi 13,5 cm dicetak dari resin solid dengan detail manual menggunakan kuas mikro.
Selain visual, setiap kemasan dilengkapi kartu cerita rakyat dan informasi busana daerah.
“Kami percaya budaya bisa hidup di kalangan generasi muda lewat cara yang menyenangkan,” ucap Ariq.
Tim ITS memproyeksikan harga Rp159 ribu per unit dengan material PVC untuk produksi massal.
Seri berikutnya akan bertema mitologi Indonesia dengan tokoh legendaris Nusantara. Inovasi ini juga mendukung SDGs poin ke-8 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab. (msn/mar)










