Ringkasan Berita
- Ribuan warga GKJW Sidorejo Kediri menggelar tradisi Undhuh-undhuh sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, bertepatan dengan HUT ke-128 gereja yang didirikan tahun 1898.
- Prosesi arak-arakan gunungan berisi hasil bumi dan penampilan 11 kelompok tarian Jawa menjadi ciri khas acara yang memadukan nilai religius dengan pelestarian budaya lokal.
- Undhuh-undhuh rutin diadakan setiap Juli dengan tujuan berbagi berkat melalui pelelangan parcel dan hasil bumi, yang hasilnya disumbangkan untuk kegiatan gereja.
- Tradisi ini mempererat kebersamaan antarwarga dari berbagai latar belakang dan menjadi simbol toleransi serta kerukunan di Desa Sidorejo yang mayoritas beragama Kristen.
- Acara ini menunjukkan bagaimana integrasi spiritualitas dengan budaya lokal dapat mengangkat kreativitas masyarakat sekaligus menyampaikan pesan moral tentang rasa syukur.
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Ribuan warga memadati kawasan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sidorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pare Minggu (12/7/2026) untuk mengikuti tradisi Undhuh-undhuh sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.
Tradisi tahunan tersebut memadukan nilai religius dengan pelestarian budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun di lingkungan GKJW Jemaat Sidorejo.
BACA JUGA:Rapat Lintas Sektor Pemkab Kediri Bahas Uji Coba Bandara Dhoho Sebelum Jadi Embarkasi Haji 2027
Sebelum prosesi utama di pelataran gereja, sejumlah gunungan berisi hasil bumi diarak dari lapangan desa menuju gedung pertemuan di samping gereja.
Arak-arakan itu menjadi pembuka rangkaian Undhuh-undhuh yang telah dilestarikan sejak masa pascakolonial.
Halaman:










