PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Kecelakaan maut di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang menewaskan empat orang beberapa hari lalu terus menjadi perhatian publik, termasuk memunculkan sorotan terhadap dugaan manipulasi uji KIR kendaraan sebagai salah satu penyebab kecelakaan.
Berbagai elemen masyarakat sebelumnya menggelar doa bersama, pembagian jenang, hingga tumpengan sebagai bentuk keprihatinan atas peristiwa tersebut.
Berbeda dengan berbagai aksi tersebut, Aktivis NGO Senior Pasuruan Raya, Lujeng Sudarto menilai kecelakaan diduga dipicu kendaraan yang sebenarnya tidak laik jalan, tetapi tetap memperoleh rekomendasi lulus uji KIR.
" Uji kir gak layak tapi dipaksakan," kata Lujeng kepada BANSGAONLINE di kediamannya kawasan Pandaan, (12/07/2026).
Lujeng menjelaskan, kecelakaan yang kerap terjadi di Simpang Tiga Purwodadi maupun Perempatan Patung Sapi Pandaan umumnya dipicu rem blong.
Menurutnya, kondisi tersebut patut diduga berkaitan dengan adanya manipulasi dalam proses rekomendasi uji KIR sehingga kendaraan yang tidak laik jalan tetap dinyatakan layak beroperasi.
"Ini yang harus dijadikan perhatian, dan kami meminta kepada APH, kalau Instansi terkait ini harus diaudit," tegasnya
Lujeng menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memicu kecelakaan serupa di kemudian hari.
Ia meminta instansi terkait memperketat pelaksanaan uji KIR terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur Purwosari-Malang maupun Gempol-Malang.
Selain itu, menurutnya, kelengkapan administrasi kendaraan juga harus diawasi secara ketat karena berkaitan dengan hak santunan dari Jasa Raharja.
" Kalau surat tidak lengkap, uji Kir gak lolos direkomendasi, kemudian ada kecelakaan begini dapat keringanan Jasa Raharja. Itu jelas sama halnya korupsi," pungkasnya. (afa/van)










