SDN Mojongapit 3 Jombang Hanya Terima Satu Siswa Baru

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Fenomena krisis peserta didik baru melanda SDN Mojongapit 3 di Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027, sekolah dasar negeri ini hanya mendapatkan satu siswa baru untuk kelas I.

Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah, menyebut jumlah murid menyusut tajam setelah 19 siswa lulus tahun lalu, sementara penggantinya hanya satu orang. Kini total murid yang tersisa tinggal 39 anak.

“Tahun ajaran baru ini kami hanya menerima satu siswa laki-laki. Penurunan jumlah murid sangat terasa karena yang lulus kemarin mencapai 19 anak,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama minimnya peminat adalah kekurangan tenaga pendidik pada tahun ajaran sebelumnya. Saat itu, sekolah hanya memiliki dua guru kelas sehingga guru mata pelajaran harus turun tangan mengajar kelas.

Beberapa ruang kelas bahkan digabung untuk menyiasati kekosongan guru. Memasuki tahun ajaran baru, SDN Mojongapit 3 mendapat tambahan tiga guru sehingga kini memiliki lima guru kelas.

“Masih membutuhkan satu guru kelas lagi agar ideal,” katanya.

Ia optimistis penambahan tenaga pendidik dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan minat pendaftaran di masa mendatang. Menghadapi kondisi unik dengan hanya satu siswa di kelas I, pihak sekolah menyiapkan metode khusus agar proses belajar tetap interaktif.

Format pembelajaran akan dibuat seperti les privat, namun siswa baru tersebut akan diajak belajar bersama kakak kelas secara berkala agar tetap bisa bersosialisasi.

Kasus ini menjadi peristiwa pertama dalam sejarah sekolah. Sebelumnya, jumlah siswa baru selalu fluktuatif dengan minimal tiga orang.

Satu-satunya murid baru tahun ini diketahui anak dari keluarga pendatang asal Trowulan, Mojokerto, yang pindah ke Jombang setelah ayahnya meninggal dunia. (aan/mar)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: