Dinkes Kota Batu Gencarkan Sosialisasi TBC, Warga Diajak Perkuat Deteksi Dini

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarraszin mengatakan peserta sosialisasi terdiri atas perangkat desa dan kelurahan, karang taruna, kader PKK, kader Posyandu, ketua RT/RW, hingga tokoh masyarakat.

Mereka diharapkan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC.

"Dari pantauan kami, antusiasme masyarakat sejak awal pelaksanaan bulan Juli hingga saat ini cukup tinggi. Meskipun jumlah kasus TBC di Kota Batu tergolong rendah, namun kondisinya tetap memprihatinkan dan harus segera ditangani," ujar dr. Icang.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya TBC, cara penularan, serta pentingnya deteksi dini.

Dinkes juga mengenalkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), yakni pemberian obat kepada kelompok berisiko, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC, agar tidak berkembang menjadi TBC aktif.

Menurut dr. Icang, salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian TBC adalah masih banyaknya kasus yang belum terdeteksi serta rendahnya kesadaran masyarakat berisiko untuk mengikuti program TPT.

"Selama ini kami sering menemukan kasus: penderita yang terdeteksi dirawat, tapi orang di sekitarnya termasuk keluarga belum diperiksa. Padahal seringkali yang dikira kakek atau neneknya sakit, ternyata cucunya atau Bapaknya yang justru mengidap TBC dan harus diobati secara menyeluruh," paparnya.

Pada 2026, Dinkes Kota Batu menargetkan penanganan terhadap 589 pasien TBC. Namun, pelaksanaan program TPT masih menghadapi kendala karena banyak masyarakat yang merasa sehat sehingga enggan menjalani pemeriksaan.

"Sejak masa kuliah saya hingga sekarang, TBC memang belum bisa sepenuhnya dieliminasi. Itulah sebabnya kita berpegang pada tiga pilar utama menuju eliminasi TBC tahun 2030: temukan semua penderita, obati sampai tuntas sembuh, serta lakukan investigasi kontak dan berikan terapi pencegahan," tegasnya.

Petugas Pengelola Program TBC Dinkes Kota Batu, Yoni Hadi Purnomo, menambahkan pencegahan TBC dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita TBC aktif, terutama di ruang tertutup. Masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menekan risiko penularan.

"Gunakan masker saat berinteraksi, rutin mencuci tangan dengan sabun, serta perkuat daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi. Selain itu, vaksin BCG yang wajib diberikan pada bayi juga sangat efektif mencegah TBC bentuk berat," jelas Yoni.

Hingga pertengahan Juli 2026, sosialisasi telah menjangkau sembilan desa dan kelurahan. Dinkes Kota Batu menargetkan kegiatan serupa rampung di 15 wilayah lainnya sebelum berakhir pada awal Agustus mendatang. (adv/adi)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: