Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup untuk AS, Minta Penuhi Syarat Teheran

Ringkasan Berita
  • Iran menutup Selat Hormuz dan hanya akan membukanya kembali jika Amerika Serikat memenuhi seluruh syarat yang diajukan Teheran, termasuk kepatuhan terhadap kesepakatan perdamaian dan pengakuan otoritas Iran atas selat tersebut.
  • Iran menuntut AS menghentikan aksi yang disebut bermusuhan dan mematuhi aturan pengelolaan Selat Hormuz yang diberlakukan oleh Iran, serta menegaskan tekanan militer tidak akan memaksa mereka membuka kembali jalur pelayaran.
  • Ketegangan meningkat seiring dengan serangan tambahan dari Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) terhadap sasaran militer Iran yang dinilai mengancam kapal di Selat Hormuz, serta laporan gelombang ledakan di sejumlah kota Iran.
  • Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis dan vital bagi perdagangan internasional serta distribusi energi dunia, sehingga penutupannya berdampak signifikan secara global.

BANGSAONLINE.com - Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup dan baru akan dibuka kembali apabila Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran.

Mengutip Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (16/7/2026) dini hari.

Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia menyatakan kendali atas Selat Hormuz harus berada di bawah otoritas Iran.

Akrami-Nia mengatakan jalur pelayaran strategis itu hanya akan dibuka kembali setelah seluruh persyaratan tersebut dipenuhi. Menurutnya, Amerika Serikat juga wajib mematuhi ketentuan dalam kesepakatan kerangka perdamaian yang dicapai pada bulan lalu.

Selain menuntut kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut, Iran juga meminta Amerika Serikat menghentikan tindakan yang disebut sebagai aksi bermusuhan.

Teheran turut mendesak Washington mengakui aturan yang diberlakukan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Akrami-Nia menegaskan tekanan militer tidak akan memaksa Iran membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Di saat yang sama, gelombang ledakan kembali dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran. Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan terhadap sejumlah sasaran di negara tersebut.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut menyasar kemampuan militer Iran yang dinilai berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur itu merupakan salah satu rute pelayaran paling vital bagi perdagangan internasional dan distribusi energi dunia.