BANGSAONLINE.com - Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup dan baru akan dibuka kembali apabila Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran.
Mengutip Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia menyatakan kendali atas Selat Hormuz harus berada di bawah otoritas Iran.
Akrami-Nia mengatakan jalur pelayaran strategis itu hanya akan dibuka kembali setelah seluruh persyaratan tersebut dipenuhi. Menurutnya, Amerika Serikat juga wajib mematuhi ketentuan dalam kesepakatan kerangka perdamaian yang dicapai pada bulan lalu.
Selain menuntut kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut, Iran juga meminta Amerika Serikat menghentikan tindakan yang disebut sebagai aksi bermusuhan.
Teheran turut mendesak Washington mengakui aturan yang diberlakukan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz.
Akrami-Nia menegaskan tekanan militer tidak akan memaksa Iran membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Di saat yang sama, gelombang ledakan kembali dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran. Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan terhadap sejumlah sasaran di negara tersebut.
CENTCOM menyatakan serangan tersebut menyasar kemampuan militer Iran yang dinilai berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur itu merupakan salah satu rute pelayaran paling vital bagi perdagangan internasional dan distribusi energi dunia.










