KH Imam Jazuli Dinilai Layak Pimpin PBNU

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sejumlah nama kandidat calon Ketua Umum PBNU mulai bermunculan.

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), memaparkan 6 kriteria yang menurutnya harus dimiliki calon Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan NU kini menghadapi tantangan globalisasi, transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga diplomasi internasional.

“NU hari ini adalah organisasi besar yang sedang berada di persimpangan peradaban. Dibutuhkan nakhoda yang memiliki akar kuat pada tradisi pesantren sekaligus mampu membawa NU berperan di tingkat global,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Dalam pandangannya, KH Imam Jazuli menjadi figur yang relevan dengan kebutuhan NU saat ini. Gus Miftah menilai Imam Jazuli memiliki latar belakang komplit sebagai pengasuh pesantren Bina Insan Mulia, berpendidikan luar negeri di bidang filsafat, politik, pertahanan, dan strategi, serta memiliki rekam jejak wirausaha yang sukses.

Ia menyebut enam kriteria utama calon Ketua Umum PBNU, yakni berasal dari kalangan pesantren, mampu menjadi pemersatu, mandiri secara ekonomi, memiliki gagasan progresif, berjejaring global, dan handal dalam manajemen organisasi.

Gus Miftah menegaskan, “Jika keenam kriteria tersebut dijadikan alat ukur, maka KH Imam Jazuli menjadi salah satu figur utama yang paling layak diperhitungkan.”

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan NU ke depan yang mampu menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi.

“Abad kedua NU telah tiba. Pilihannya hanya dua: menjadi raksasa tua yang lamban atau menjelma menjadi kekuatan peradaban modern yang lincah, mandiri, dan memimpin dunia,” katanya. (mdr/red)