Bupati Kediri Dorong Koperasi Dekat dengan Generasi Muda

Ringkasan Berita
  • Bupati Kediri menyoroti tantangan regenerasi dengan rata-rata usia pelaku koperasi di atas 40 tahun dan mendorong koperasi beradaptasi agar menarik minat generasi di bawah 40 tahun.
  • Kontribusi ekonomi koperasi di Kabupaten Kediri masih signifikan, dengan tiga jenis koperasi (KPRI, simpan pinjam, dan KUD) menyumbang sekitar Rp495-496 miliar per tahun terhadap PDRB.
  • Dekopinda Kabupaten Kediri siap menindaklanjuti dengan program pelatihan dan sosialisasi bagi generasi muda serta memperkuat kolaborasi dengan koperasi desa.
  • Peringatan Harkopnas ke-79 dijadikan momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, bukan sekadar acara seremonial.
  • Rangkaian kegiatan Harkopnas di Kabupaten Kediri meliputi sarasehan, pameran UMKM, edukasi koperasi, dan jalan sehat bersama masyarakat.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) menegaskan pentingnya koperasi menjalin kedekatan dengan generasi muda agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. 

Hal itu disampaikan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam Sarasehan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (22/7/2026). Ia menyebut koperasi masih berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Data menunjukkan 3 jenis koperasi dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), koperasi simpan pinjam, dan Koperasi Unit Desa (KUD), dengan nilai sekitar Rp495-496 miliar per tahun. Namun, Bupati Kediri menyoroti tantangan regenerasi anggota dan pengurus. 

“Dari forum tadi saya melihat rata-rata pelaku koperasi usianya sudah di atas 40 tahun. Ini menjadi tantangan ke depan. Kita harus memikirkan bagaimana generasi di bawah 40 tahun bisa tertarik masuk ke dunia koperasi,” paparnya.

Ia berharap koperasi terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak stagnan pada pola usaha konvensional.

“Saya optimistis di bawah kepemimpinan Pak Buat Santoso, koperasi di Kabupaten Kediri bisa terus maju,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan program pelatihan dan sosialisasi bagi masyarakat berusia di bawah 40 tahun.

“Kami akan mengundang generasi muda untuk diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan,” katanya.

Pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui pelatihan tata kelola dan pengembangan usaha. Buat menegaskan peringatan Harkopnas bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Sarasehan Harkopnas ke-79 bertema 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya' menjadi pembuka rangkaian kegiatan di Kabupaten Kediri, yang dilanjutkan dengan pameran UMKM, edukasi koperasi, serta jalan sehat bersama masyarakat. (uji/mar)