PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pasuruan, Rafi Aydrus Malibary atau yang akrab disapa Habib Rafi, menyoroti tingginya angka kecelakaan di jalur Surabaya-Malang yang berulang kali menelan korban luka hingga meninggal dunia.
Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan mengkaji analisis dampak lalu lintas (amdal lalin) di jalur tersebut.
“Kementerian, Pemprov, dan Pemkab harus bergerak mengkaji amdal lalinnya,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, kecelakaan yang terjadi bukan dipicu kondisi geografis, melainkan kelalaian pengemudi. Ia mencontohkan insiden di perempatan Patung Sapi Pandaan akibat rem blong, serta kecelakaan karambol pada 28 Juli 2026 yang disebabkan sopir kontainer mengantuk.
Habib Rafi meminta uji KIR diperketat, SIM pengemudi dievaluasi, dan kendaraan berat diarahkan masuk tol untuk mengurangi kepadatan di jalur perkotaan. Ia juga menekankan pentingnya timbangan tonase digital agar pengawasan bebas pungli.
Ia menilai, volume kendaraan berat di jalur tersebut berisiko besar terhadap keselamatan, termasuk bagi anak sekolah yang harus menyeberang jalan.
“Intinya volume kendaraan harus diurai. Kasus rem blong ini sudah berulang kali terjadi,” katanya.
Tokoh yang pernah aktif di GP Ansor Pasuruan itu menegaskan perlunya langkah konkret agar jalur Surabaya-Malang tidak terus menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat. (afa/mar)










