Jatim Media Summit 2026: Dorong Transformasi Media Buat Produk Berbasis Kekayaan Intelektual

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Industri media kini tak lagi bisa bergantung hanya pada peran utamanya sebagai penyedia berita. Media lokal diimbau untuk bertransformasi menjadi bagian integral dari ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah serta membuka peluang bisnis baru.

Gagasan tersebut menjadi sorotan utama dalam gelaran Jatim Media Summit (JMS) 2026 yang mengusung tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media Jawa Timur". Agenda tahunan besutan Suara.com bersama beritajatim.com ini berlangsung di Whiz Luxe Spazio Hotel Surabaya pada Kamis (30/7/2026), dengan menghadirkan para pengelola media lokal serta pelaku ekonomi kreatif se-Jawa Timur.

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menekankan pentingnya langkah adaptif bagi pengelola media saat ini. Menurutnya, media harus berani melangkah lebih jauh dari sekadar platform berita konvensional.

"Media perlu mengambil peran sebagai pelaku ekonomi kreatif yang mampu mengembangkan berbagai produk berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP)," ujar Suwarjono saat memaparkan pandangannya.

Langkah inovatif ini dinilai sangat relevan dengan potensi daerah. CEO Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, mengungkapkan bahwa Jawa Timur menyimpan potensi ekonomi kreatif yang sangat masif. Peluang tersebut perlu ditangkap secara optimal oleh insan media demi membangun model bisnis yang tangguh dan berkelanjutan di tengah disrupsi industri.

Dukungan serupa datang dari pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayahnya terus menunjukkan tren positif. Sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar utama yang tak hanya memacu laju perekonomian daerah, tetapi juga terbukti efektif menyerap tenaga kerja baru.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyoroti tantangan pendataan para pekerja kreatif di Indonesia. Ia menyebut masih banyak potensi di lapangan yang belum terekam secara maksimal dalam data statistik nasional—seperti kreator film di platform streaming Netflix, musisi di Spotify, pengembang gim (game developer), hingga para desainer independen.

Riefky menegaskan bahwa sektor ini memiliki daya dorong besar untuk menekan angka pengangguran terbuka. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan agar para pelaku ekonomi kreatif lokal mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun global.