Ringkasan Berita
- Pemerintah Kota Madiun menggelar Festival Madiun Hijau dengan tema 'Pilah dari Rumah' sebagai upaya menciptakan kota yang bersih sampah dan mendukung program zero waste 2027.
- Plt. Wali Kota menekankan pentingnya perubahan budaya memilah sampah dari rumah karena kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hampir penuh, sehingga perlu pengurangan residu.
- Sebagai bantuan operasional, setiap RT di Kota Madiun menerima dana sebesar Rp10 juta untuk mendukung realisasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
- Festival tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti hiburan musik dan fashion show, serta dihadiri oleh pimpinan daerah dan Forkopimda yang menyerahkan bantuan secara simbolis.
- Tujuan utama program ini adalah mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA melalui pemilahan di sumber, sekaligus mengukuhkan 'pendekar hijau' sebagai bagian dari gerakan tersebut.
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com – Untuk menciptakan Kota Madiun bersih dari sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun menggelar “Festival Madiun Hijau: Pilah dari Rumah” di Pahlawan Religi Center (PRC), Jumat (31/7/2026) malam.
Dalam festival yang dimeriahkan oleh hiburan musik hingga fashion show tersebut, Plt. Wali Kota Madiun Bagus Panuntun, bersama Ketua DPRD Kota Madiun dan Forkopimda secara simbolis menyerahkan tempat sampah terpisah, bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk tiap RT, dan pengukuhan pendekar hijau.
Bagus Panuntun menyampaikan bahwa masalah sampah harus diselesaikan bersama-sama, mengingat tempat pembuangan akhir (TPA) kini sudah hampir penuh, sehingga perlu dilakukan pemilahan sampah dari tingkat RT.
“Kita ingin merubah sebuah budaya, bagaimana membuang sampah mulai dari rumah dengan cara memilahnya,” ujar Bagus.
Hal ini penting, agar semua tahu bahwa pemkot mengajak warganya untuk menyukseskan program zero waste 2027, dan salah satunya adalah memilah sampah dari rumah agar bisa mengurangi residu yang ada di TPA,” lanjutnya.
Sedangkan bantuan sebesar Rp10 juta bagi setiap RT merupakan bantuan awal operasional agar pemilahan sampah dari rumah bisa segera terwujud sebagaimana harapan yang telah dicanangkan.
“Dengan memilah sampah dari rumah, residu yang ada di TPA akan berkurang,” pungkasnya. (dro/msn)










