7 Pertukaran Pemain NBA Terbesar di Abad ke-21: Dari Shaquille O’Neal hingga Jaylen Brown

BANGSAONLINE.com - Satu keputusan cerdas menjelang batas waktu transfer bisa membawa sebuah tim meraih gelar juara, sementara satu langkah gegabah bisa membuat tim tersebut terpuruk di dasar klasemen selama bertahun-tahun. 1xBet Indonesia menengok kembali transaksi-transaksi terbesar abad ini.

Shaquille O’Neal pindah ke Miami (2004)

Setelah meraih tiga gelar juara antara tahun 2000 dan 2002, hubungan antara Kobe Bryant dan Shaquille O’Neal telah mencapai titik kritis. Setelah kekalahan Lakers di Final NBA 2004, manajemen tim memutuskan untuk membangun tim di sekitar guard muda tersebut dan mengirim Shaq ke Florida Selatan sebagai imbalan atas Lamar Odom, Caron Butler, Brian Grant, dan hak pilih draft. Center tersebut berjanji akan membawa Miami meraih gelar juara pertamanya dalam sejarah dan menepati janjinya pada tahun 2006, membentuk kemitraan yang tangguh bersama Dwyane Wade yang masih muda.

Kevin Garnett ke Boston (2007)

Manajer umum Celtics, Danny Ainge, menukar lima pemain dan dua hak pilih putaran pertama ke Minnesota demi mendapatkan Kevin Garnett. Dengan menggabungkan KG bersama Paul Pierce dan Ray Allen, Boston membentuk apa yang disebut sebagai “Big Three.” Celtics berhasil meraih gelar juara pada musim pertama mereka bermain bersama, yang menunjukkan bahwa mendatangkan beberapa pemain ternama ke dalam satu skuad dapat memberikan hasil yang langsung terasa.

Garnett and Pierce ke Brooklyn (2013)

Bertekad untuk segera meraih gelar juara, Brooklyn melakukan pertukaran pemain untuk mendatangkan Garnett dan Pierce yang sudah tidak muda lagi. Sebagai gantinya, Boston menerima beberapa pemain pendukung dan sejumlah pilihan putaran pertama. Proyek Nets itu gagal total karena cedera dan usia para bintang tersebut mulai berdampak. Sementara itu, Celtics memilih Jayson Tatum dan Jaylen Brown dalam draft, sehingga berhasil membangun tim yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara.

Kawhi Leonard ke Toronto (2018)

Itu merupakan langkah jenius dari manajer umum Toronto, Masai Ujiri. Setelah berselisih dengan San Antonio, Kawhi Leonard menolak bermain untuk Spurs, dan ia bersama Danny Green ditukar ke Kanada sebagai ganti DeMar DeRozan—yang sangat disukai para penggemar—Jakob Poeltl, serta satu hak pilih dalam draft. Kontrak Leonard hanya tersisa satu tahun lagi, tetapi itu sudah cukup baginya. Kawhi menampilkan performa luar biasa di babak playoff dan membawa Toronto meraih gelar juara pertama dalam sejarah klub tersebut.

Paul George ke the Los Angeles Clippers (2019)

Kawhi Leonard mengatakan kepada Clippers bahwa ia hanya akan menandatangani kontrak jika tim tersebut mendatangkan Paul George untuk bermain bersamanya. Clippers terpaksa mengirimkan paket pertukaran besar-besaran kepada Oklahoma City yang mencakup Shai Gilgeous-Alexander, Danilo Gallinari, dan lima pilihan putaran pertama. Cedera menghalangi para bintang asal California itu untuk mencapai Final NBA, sementara Thunder pada akhirnya memanfaatkan Shai dan aset draft dari kesepakatan tersebut untuk membentuk skuad yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara.

Luka Dončić ke the Los Angeles Lakers (2025)

Pada tahun 2024, Dončić, salah satu pemain penyerang terbaik NBA, membawa Mavericks ke Final NBA. Namun, klub tersebut meyakini bahwa Luka memiliki masalah dalam pendekatannya terhadap permainan dan bahwa pertahanan, khususnya Anthony Davis, adalah kunci untuk meraih gelar juara. Dončić kemudian ditukar ke Lakers pada Februari 2025, tetapi pertukaran tersebut tidak membawa banyak kesuksesan bagi Dallas. Manajer umum Mavericks, Nico Harrison, dipecat pada awal musim berikutnya, sementara Davis yang sering mengalami cedera akhirnya bergabung dengan Washington pada tahun 2026. Adapun Dončić, setelah satu setengah musim menampilkan permainan basket yang dominan, ia akan memiliki kesempatan untuk membawa Lakers meraih gelar juara lagi. Namun, kali ini ia harus melakukannya tanpa LeBron James.

Jaylen Brown ke Philadelphia (2026)

Selama musim 2025–26, Brown memainkan peran krusial dalam membantu Celtics finis di peringkat kedua Konferensi Timur. Pemain yang dinobatkan sebagai MVP Final NBA 2024 ini membantu Boston mengatasi hengkangnya Jrue Holiday dan Kristaps Porziņģis, serta cedera yang membuat Jayson Tatum absen selama hampir setahun. Namun, setelah Celtics tersingkir oleh Philadelphia, eksekutif Boston, Brad Stevens, memutuskan untuk menukar Brown dengan Paul George yang berusia 36 tahun dan empat pilihan draft di masa depan. Masalahnya adalah kedua tim tersebut merupakan rival sengit. Dan meskipun jawaban atas beberapa pertanyaan, seperti “Apa itu 1xBet?”, sudah diketahui umum, pertanyaan-pertanyaan yang muncul akibat pertukaran ini tentu saja tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Ingin menambahkan pertukaran pemain lain ke dalam daftar? Bagikan pilihan Anda dan ikuti berita NBA terbaru bersama 1xBet!