BANGSAONLINE.com - Babak playoff NBA adalah ajang di mana stereotip-stereotip hancur berkeping-keping, dan menjadi favorit yang jelas terkadang sama sekali tidak berarti apa-apa. 1xBet Indonesia menyajikan daftar penampilan paling mengejutkan dari berbagai tim dalam pertandingan sistem gugur selama 20 tahun terakhir.
Golden State Warriors (2007)
Golden State Warriors nyaris saja lolos ke babak playoff, berhasil masuk sebagai unggulan ke-8 di konferensi. Tak ada yang menjagokan mereka melawan Dallas Mavericks, yang baru saja mencapai Final NBA setahun sebelumnya. Dirk Nowitzki dinobatkan sebagai MVP musim itu, dan segala hal mengarah pada kemenangan seri yang mudah bagi Mavericks.
Namun, tim asuhan Don Nelson itu mengalahkan lawan-lawannya dengan tempo permainan yang tak kenal lelah. Lautan penggemar berwarna kuning, yang diliputi kegembiraan, memenuhi arena, meneriakkan “We Believe,” sebuah slogan yang menjadi lagu kebangsaan seri tersebut.
Pada akhirnya, Warriors mengalahkan tim teratas Wilayah Barat, memenangkan seri dengan skor 4-2. Mereka kemudian kalah 1-4 dari Utah Jazz di babak berikutnya, tetapi pada saat itu, mereka telah mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kejutan terbesar.
Dallas Mavericks (2011)
Pada musim panas 2010, LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh bergabung dengan Miami Heat, membentuk tim yang diharapkan mampu meraih gelar juara satu demi satu. Di Final NBA 2011, mereka berhadapan dengan Dallas Mavericks, sebuah tim yang diisi para pemain berpengalaman yang sudah banyak dianggap tak berdaya bahkan sebelum seri final dimulai.
Pertandingan keempat terbukti menjadi titik balik. Dirk Nowitzki bermain meski sedang menderita flu parah, dengan suhu tubuh mendekati 39°C. Dengan Dallas tertinggal 1-2 dalam seri tersebut, kekalahan lagi hampir pasti akan mengakhiri harapan mereka untuk meraih gelar juara. Namun, Dirk terus mencetak tembakan-tembakan yang sangat sulit, membawa Mavericks menyamakan kedudukan. Kemudian mereka memenangkan dua pertandingan lagi dan akhirnya menjadi juara.
Toronto Raptors (2019)
Sebelum musim dimulai, manajemen Raptors mengambil risiko besar. Menukar DeMar DeRozan, yang sangat disukai para penggemar, dengan Kawhi Leonard—yang kontraknya tinggal tersisa satu tahun—tampak seperti langkah berisiko, tetapi bagi Toronto, segalanya berjalan dengan sempurna.
Pada pertandingan ketujuh Semifinal Wilayah Timur melawan Philadelphia 76ers, tembakan Kawhi di detik-detik terakhir memantul empat kali di ring sebelum akhirnya masuk. Memanfaatkan momentum tersebut, tim asal Kanada ini bangkit dari ketertinggalan 0-2 melawan Milwaukee Bucks di Final Wilayah Timur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




