Kekeringan Landa Enam Desa, BPBD Ngawi Siaga 24 Jam Pasok Bantuan Air Bersih

NGAWI, BANGSAONLINE.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang dilanda kekeringan akibat dampak musim kemarau. Hingga awal Agustus 2026, tercatat sebanyak 197 kepala keluarga (KK) di enam desa yang tersebar di empat kecamatan mulai kesulitan mengakses air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan tindakan cepat penanganan darurat guna memenuhi kebutuhan vital warga.

“Untuk saat ini terdapat 197 KK yang terdampak kekeringan di enam desa pada empat kecamatan. Kami sudah mulai melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah tersebut,” jelas Partoyo.

Pada setiap tahap pengiriman, BPBD mengucurkan sekitar 5.000 liter air bersih ke tiap titik penampungan. Hingga kini, setidaknya delapan armada tangki air telah dikirimkan ke lokasi-lokasi terdampak.

Guna memastikan distribusi tepat sasaran dan efisien, petugas BPBD terlebih dahulu menerjunkan tim untuk melakukan asesmen lapangan, memetakan kondisi teknis, serta memastikan ketersediaan tandon penampung di lokasi penerima.

Partoyo menegaskan, jajaran BPBD Ngawi disiagakan selama 24 jam penuh untuk merespons aduan maupun permintaan pasokan air dari desa yang mengalami krisis.

“Kami siap 24 jam apabila ada permintaan dropping air bersih dari masyarakat. Namun untuk saat ini permintaan masih belum terlalu signifikan karena beberapa daerah yang sebelumnya menjadi langganan kekeringan sudah mendapat intervensi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,” tuturnya.

Perubahan cuaca dan kemarau yang terjadi belakangan ini membuat sumur warga di beberapa titik mengering, sehingga memaksa sebagian masyarakat berjalan hingga radius dua kilometer demi memperoleh air bersih untuk memasak dan mandi.

Menyikapi situasi tersebut, BPBD mengimbau pemerintah desa dan masyarakat agar segera menyampaikan laporan resmi jika wilayahnya mulai mengalami krisis air, sehingga pengiriman bantuan dapat segera dijadwalkan.