Ringkasan Berita
- Kasus batuk, pilek, dan demam meningkat di musim kemarau, dipicu oleh sirkulasi virus pernapasan seperti influenza, RSV, dan COVID-19.
- Peningkatan kasus dipengaruhi perubahan musim dan aktivitas masyarakat di sekolah dan kantor, sementara daya tahan tubuh yang menurun akibat kurang istirahat, stres, dan pola makan buruk memperbesar risiko infeksi.
- Kelompok rentan meliputi bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit jantung, serta PPOK yang perlu segera mendapat pemeriksaan medis jika mengalami gejala berat.
- Pencegahan dapat dilakukan dengan cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat sakit, cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, penuhi cairan tubuh, serta vaksinasi sesuai jadwal untuk anak-anak dan vaksin influenza untuk kelompok berisiko dewasa.
- Pemantauan global WHO menunjukkan aktivitas virus pernapasan masih mengikuti pola musiman dengan tingkat positif influenza di bawah 10% secara global dan aktivitas SARS-CoV-2 yang rendah, serta belum ditemukan virus pernapasan baru penyebab wabah global.
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kasus batuk, pilek, dan demam meningkat dalam beberapa bulan terakhir di tengah musim kemarau. Keluhan tersebut dipicu berbagai virus pernapasan yang masih beredar di masyarakat.
Virus yang bersirkulasi antara lain influenza, RSV, serta COVID-19 yang saat ini menunjukkan aktivitas lebih rendah.
Gejala yang muncul dapat berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas.
Praktisi kesehatan dr. Suci Nurika Haviza mengatakan, peningkatan kasus dipengaruhi perubahan musim dan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Halaman:




