BANGSAONLINE.com - Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi dan dipicu oleh berbagai faktor. Memahami penyebabnya menjadi langkah awal penting sebelum menentukan produk atau metode perawatan.
Produksi minyak berlebih dari kelenjar sebum dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Perubahan hormon, terutama saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau kondisi medis tertentu, juga meningkatkan risiko jerawat.
Penumpukan sel kulit mati yang tidak terangkat dengan baik dapat menutup pori-pori, memberi ruang bagi bakteri Cutibacterium acnes berkembang dan menyebabkan peradangan.
Stres turut berperan dengan meningkatkan hormon pemicu minyak berlebih. Begitu pula penggunaan kosmetik atau skincare yang tidak sesuai, terutama produk berat dan komedogenik.
Pola makan tinggi gula atau indeks glikemik dapat memperburuk kondisi jerawat pada sebagian orang. Kurang menjaga kebersihan wajah, seperti tidur tanpa membersihkan riasan atau sering menyentuh wajah dengan tangan kotor, juga meningkatkan risiko.
Kurang tidur memengaruhi keseimbangan hormon dan regenerasi kulit, membuat wajah lebih rentan. Faktor genetik turut berperan; jika orang tua memiliki riwayat jerawat, kemungkinan anak mengalaminya lebih tinggi.
Dengan mengetahui faktor pemicu, perawatan jerawat dapat lebih tepat sasaran dan risiko jerawat semakin parah bisa diminimalkan. (mg4/rom)










