Biarpun Pahit, Ternyata Pare Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan yang Tak Bisa Diremehkan

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Tanaman pare atau Momordica charantia merupakan salah satu sayuran yang populer di Indonesia meski dikenal memiliki rasa pahit yang khas.

Di balik rasa tersebut, sayuran merambat ini mengandung sejumlah nutrisi dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Pare secara alami mengandung vitamin C, vitamin A, folat, serta sejumlah mineral penting seperti kalium dan seng.

Kandungan nutrisi tersebut membuat pare dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan yang baik untuk melengkapi pola makan sehari-hari.

Dikutip dari alodokter.com, salah satu manfaat pare yang banyak dibahas adalah potensinya dalam membantu menurunkan dan mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

Senyawa aktif seperti charantin dan polypeptide-p yang terdapat dalam pare disebut memiliki mekanisme kerja yang menyerupai insulin dalam membantu penyerapan glukosa oleh jaringan tubuh.

Konsumsi pare dalam bentuk ekstrak maupun olahan disebut dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Namun, pare sebaiknya tidak dijadikan pengganti pengobatan medis bagi penderita diabetes dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Selain dikaitkan dengan pengendalian gula darah, rasa pahit pada pare juga disebut dapat merangsang produksi enzim pencernaan. Senyawa pahit tersebut dapat membantu proses pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi di dalam usus halus.

Kandungan vitamin C dan flavonoid dalam pare juga berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan dibutuhkan tubuh untuk membantu menangkal dampak stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Mengonsumsi sayuran ini sebagai bagian dari pola makan seimbang juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan vitamin dan mineral yang cukup penting untuk menjaga fungsi sistem imun tetap optimal.

Pare juga memiliki sifat antiinflamasi yang berpotensi membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

Meski demikian, konsumsi pare tidak dapat dijadikan sebagai pengobatan utama untuk penyakit yang berkaitan dengan peradangan kronis.

Manfaat lain yang kerap dikaitkan dengan pare adalah potensinya dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah.

Kadar kolesterol dan trigliserida yang terkontrol dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta menurunkan risiko gangguan kardiovaskular.

Kandungan kalium dalam pare juga dapat mendukung pengaturan tekanan darah. Kalium berperan dalam membantu keseimbangan natrium serta fungsi pembuluh darah sehingga asupan kalium yang cukup menjadi bagian penting dalam pola makan untuk menjaga tekanan darah.

Bagi masyarakat yang sedang mengatur pola makan, pare dapat menjadi pilihan karena rendah kalori dan mengandung serat pangan. Kandungan serat tersebut dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga berpotensi membantu mengontrol asupan makanan.

Serat dalam pare juga membantu menjaga kelancaran sistem pencernaan dan dapat membantu mencegah sembelit atau konstipasi. Asupan serat yang cukup merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Kandungan vitamin A dan C serta sejumlah senyawa yang memiliki aktivitas antimikroba dalam pare juga dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan kulit. Nutrisi tersebut dapat membantu menjaga kondisi kulit, meski pare bukan pengganti perawatan medis untuk masalah kulit seperti jerawat atau eksim.

Meski memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat, pare perlu diolah dengan tepat agar rasa pahitnya berkurang tanpa menghilangkan terlalu banyak nutrisi. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah meremas potongan pare dengan garam, kemudian memeras airnya sebelum dimasak.

Proses pemasakan pare sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama atau menggunakan suhu yang terlalu tinggi karena dapat mengurangi sebagian kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas. Merebus dalam waktu singkat atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan pengolahan yang lebih sederhana.