Pengendara Motor Jatuh di Proyek Drainase Tuban Diduga Akibat Material Kayu, Polisi Soroti K3

Ringkasan Berita
  • Kecelakaan terjadi di proyek drainase senilai Rp5,6 miliar di Tuban, melibatkan seorang pengendara motor perempuan yang diduga terjatuh setelah menabrak sisa kayu bekas proyek.
  • Polisi menyoroti aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan menyebut pembersihan material kayu di lokasi belum maksimal, meski rambu peringatan telah terpasang.
  • Korban diketahui merupakan seorang PNS dan telah meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba, sehingga penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan.
  • Pihak Dinas PUPR mengingatkan pelaksana proyek untuk lebih berhati-hati karena lokasi berada di kawasan ramai (sekolah dan pertokoan) dan meminta penambahan rambu pengaman.
  • Insiden ini terekam video dan viral di media sosial, sehingga mendapat perhatian publik dan respons resmi dari aparat serta dinas terkait.

TUBAN,BANGSAONLINE.com - Seorang perempuan pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami kecelakaan di sekitar proyek pembangunan drainase senilai Rp5,6 miliar di Jalan Diponegoro, Rabu (13/8/2026) malam.

Kecelakaan tersebut terekam video dan beredar di media sosial hingga mendapat perhatian masyarakat. Dalam video itu, korban diduga terjatuh setelah menabrak sisa kayu bekas penebangan pohon untuk keperluan proyek.

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Namun, korban telah meninggalkan lokasi saat petugas tiba.

"Setelah ada informasi, kita langsung mendatangi lokasi tetapi korban sudah pergi," ujar Rizky, Kamis (14/8/2026).

Rizky menyebut penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan. Dugaan sementara, korban terjatuh karena melakukan pengereman mendadak untuk menghindari halangan di lokasi pekerjaan.

"Mungkin korban jatuh karena ngerem mendadak menghindari sesuatu di lokasi pekerjaan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, pelaksana proyek telah memasang rambu peringatan. Namun, pembersihan sisa material di lokasi belum dilakukan secara maksimal.

"Di situ sudah dipasang rambu peringatan, cuma pembersihannya saja yang belum dilakukan. Sisa-sisa kayu masih di tepi jalan," jelasnya.

Rizky menekankan pelaksana proyek wajib memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama dalam pekerjaan yang dilakukan di tepi maupun badan jalan.

"Kami mengimbau kepada pelaksana proyek agar mematuhi ketentuan K3, khususnya pekerjaan yang berada di tepi jalan," pungkasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang melintas di sekitar kawasan proyek meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati untuk mencegah kecelakaan serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR PRKP Tuban Agung Supriyadi menginformasikan bahwa kecelakaan tersebut menimpa seorang PNS.

Pasca-insiden tersebut, Agung mengingatkan pelaksana proyek agar lebih memperhatikan aspek keselamatan di sekitar lokasi pekerjaan.

"PPK dan rekanan kami wanti-wanti untuk lebih hati-hati dalam pelaksanaan di lapangan, karena ruas jalan tersebut adalah kawasan sekolah dan pertokoan yg ramai. Kita minta agar dipasang rambu-rambu pengaman dan tanda hati-hati," tandasnya. (coi/van)