Protes Wali Santri Vaksinasi di Ponpes Permata Sunah, Yayasan: Itu Vaksin Campak Wajib dari Dinkes

Ringkasan Berita
  • Seorang wali santri protes karena anaknya divaksin di pondok pesantren tanpa pemberitahuan sebelumnya; wali mengira vaksin tersebut adalah HPV.
  • Pihak yayasan pesantren menjelaskan vaksin yang diberikan adalah vaksin campak wajib dari program pemerintah Dinas Kesehatan untuk mencegah penularan dan komplikasi berat seperti radang otak dan radang paru.
  • Program vaksinasi campak di pesantren telah berlangsung lama dengan cakupan sekitar 90% dari 650 santri dan ditargetkan mencapai 100% untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
  • Pesantren memiliki sistem penanganan kesehatan berjenis: keluhan ringan ditangani di UKS dalam pesantren, kondisi tidak membaik dirujuk ke puskesmas, dan kasus serius dirujuk ke rumah sakit mitra dengan pemberitahuan kepada orang tua.
  • Yayasan telah menjalin kerja sama rujukan medis dengan dua rumah sakit (RS Hasta Brata dan RS UMM) untuk memastikan penanganan cepat dan tepat bagi santri yang sakit serius.

KOTA BATU,BANGSAONLINE.com -  Seorang wali santri memprotes pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Permata Sunah Kota Batu karena mengaku tidak mendapat pemberitahuan atau konfirmasi dari pihak pesantren.

Ponpes yang berlokasi di Jalan Mojowarno, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo tersebut diketahui melaksanakan program vaksinasi bagi para santri.

Protes muncul setelah salah satu orang tua mengetahui anaknya telah mendapatkan vaksinasi saat berada di lingkungan pesantren.

"Saya komplain karena divaksin tanpa konfirmasi. Mestinya harus ada komunikasi dulu pada orang tua. Dari informasi yang saya dapat, ini sepertinya vaksin HPV," ujar orang tua santri tersebut dengan nada kecewa.

Menanggapi protes tersebut, Wakil Ketua Yayasan Permata Sunah Kota Batu Abdul Malik memberikan klarifikasi mengenai jenis vaksin yang diberikan kepada para santri.

Ia menegaskan vaksin yang diberikan bukan vaksin HPV, melainkan vaksin campak yang merupakan bagian dari program pemerintah melalui Dinas Kesehatan.

"Vaksin ini adalah program pemerintah dari Dinas Kesehatan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan penyakit di lingkungan pondok pesantren dan sekolah, serta menangkal komplikasi berbahaya seperti radang otak dan radang paru yang sering menyerang anak-anak," jelas Malik.

Abdul Malik mengatakan vaksinasi campak tersebut wajib diberikan kepada seluruh santri sebagai upaya membangun herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurutnya, jumlah penghuni pesantren yang mencapai ratusan orang membuat risiko penularan penyakit menular perlu diantisipasi.

"Vaksin ini wajib bagi santri agar terhindar dari penyakit menular. Apalagi di sini jumlah santrinya banyak, yakni terdapat 650 santri. Penyakit campak sangat menular dan berisiko memicu komplikasi berat seperti radang otak, radang paru (pneumonia), hingga kematian," ungkapnya.

Berdasarkan data yayasan, program vaksinasi campak di Ponpes Permata Sunah yang menaungi MTs dan MA Al-Irsyad tersebut telah berlangsung sejak lama.

Cakupan vaksinasi saat ini mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan meningkat hingga 100 persen bagi seluruh santri.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan langsung oleh petugas Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat.

Abdul Malik menambahkan, aspek kesehatan menjadi salah satu prioritas Yayasan Permata Sunah dalam pengelolaan pesantren.

Ia menjelaskan, pihak pesantren memiliki mekanisme penanganan bagi santri yang mengalami gangguan kesehatan, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Untuk keluhan ringan seperti flu atau pilek, santri akan mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang tersedia di lingkungan pesantren.

"Bila santri sakit ringan, mereka menjalani perawatan di UKS. Namun, bila kondisinya tidak membaik, mereka akan dirujuk ke puskesmas," kata dia.

Sementara untuk kondisi yang lebih serius, pihak yayasan memiliki protokol rujukan ke rumah sakit dengan tetap melibatkan orang tua santri.

"Bila sakitnya serius, akan dirujuk ke RS dan kami memberitahu orang tua santri. Kami juga membantu memilih rumah sakit yang direkomendasikan oleh yayasan," tambahnya.

Saat ini, Yayasan Permata Sunah telah menjalin kerja sama dengan dua rumah sakit untuk menangani rujukan medis para santri.

Kedua rumah sakit tersebut yakni RS Hasta Brata dan RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan santri yang mengalami gangguan kesehatan serius dapat memperoleh penanganan medis secara cepat dan tepat. (adi/van)