LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan upaya eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) sejalan dengan program nasional sesuai arahan Presiden Prabowo.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan skrining TBC secara masif dan berkelanjutan di masyarakat.
BACA JUGA:
- Jasa Bakar Kepala Kurban di Lamongan Diserbu Warga, Empat Tungku Tak Cukup
- Penyembelihan Sapi Kurban 1,1 Ton Presiden Prabowo di Mantup Lamongan Jadi Tontonan
- Libur Iduladha 2026, Penumpang Kereta di Stasiun Lamongan Diproyeksi Tembus 4.371 Orang
- Sapi Kurban Jumbo Ngamuk di Lamongan Kota, Warga dan Pengendara Panik
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, mengatakan tahap awal dilakukan melalui skrining mandiri oleh masyarakat, baik melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) maupun pengisian E-TB Indonesia (E-Tibi).
“Harapannya masyarakat bisa melakukan skrining secara mandiri. Jika dari skrining awal terdapat jawaban yang mengarah pada gejala TBC, maka akan kami lanjutkan dengan skrining sekunder,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Pada tahap skrining sekunder, Dinas Kesehatan Lamongan akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan dahak, liur, hingga foto rontgen.
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat sebagai bentuk keseriusan dalam menekan angka kasus TBC.
“Tahun ini kami mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk pemeriksaan dahak, pemeriksaan liur, dan pemeriksaan foto rontgen,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




