LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan upaya eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) sejalan dengan program nasional sesuai arahan Presiden Prabowo.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan skrining TBC secara masif dan berkelanjutan di masyarakat.
BACA JUGA:
- Demam Piala Dunia di Warkop Kabupaten Lamongan, Pengunjung Membludak
- Dinkes Kota Kediri dan BNN Ajak Mahasiswa Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba
- Siaga Musim Kering, Pemkab Lamongan Serahkan Bantuan 328 Alsintan dan 3 Combine Harvester dari Pusat
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, mengatakan tahap awal dilakukan melalui skrining mandiri oleh masyarakat, baik melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) maupun pengisian E-TB Indonesia (E-Tibi).
“Harapannya masyarakat bisa melakukan skrining secara mandiri. Jika dari skrining awal terdapat jawaban yang mengarah pada gejala TBC, maka akan kami lanjutkan dengan skrining sekunder,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Pada tahap skrining sekunder, Dinas Kesehatan Lamongan akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan dahak, liur, hingga foto rontgen.
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat sebagai bentuk keseriusan dalam menekan angka kasus TBC.
“Tahun ini kami mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk pemeriksaan dahak, pemeriksaan liur, dan pemeriksaan foto rontgen,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




