Ringkasan Berita
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan sepenuhnya pada 14 Agustus 2026, setelah tidak ditemukan lagi titik api berdasarkan patroli udara dan darat.
- Operasi pemadaman melibatkan tim gabungan luas dan armada berat, termasuk 3 helikopter yang melakukan 35 sorti water bombing dengan total 477.500 liter air untuk memadamkan sisa asap di titik Pakis Bincil.
- Luas area yang terbakar mencapai sekitar 1.120,3 hektar dengan vegetasi terdampak berupa cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
- Tim gabungan masih terus melakukan patroli darat untuk mengantisipasi potensi bara atau titik api baru yang mungkin muncul akibat angin atau pembasahan kurang sempurna.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo akhirnya berhasil dipadamkan pada Jumat (14/8/2026).
Hingga berita ini dimuat, berdasarkan pantauan tim gabungan di lapangan melalui helikopter, drone, dan penyisiran darat tidak ditemukan adanya titik api.
Dua titik asap yang sempat muncul di Pakis Bincil 1 dan Pakis Bincil 2 pada Jumat pagi juga telah berhasil dipadamkan dengan water bombing.
Pemadaman asap di Pakis Bincil 1 dilakukan dengan Helikopter PK-DAP dan Helikopter PK-DBM, sedangkan pemadaman di Pakis Bincil 2 dilakukan oleh Helikopter PK-DAN.
Untuk memastikan tidak ada lagi potensi titik api baru muncul, tim gabungan masih melanjutkan penyisiran darat hingga saat ini, termasuk potensi bara yang muncul di eks lokasi kebakaran akibat terpaan angin maupun pembasahan yang kurang sempurna.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengungkapkan, saat ini tim gabungan masih terus melakukan patroli penyisiran bara dan asap di beberapa titik, seperti Bukit Cinta dan Pakis Bincil.
Gatot Soebroto juga berkesempatan turut serta dalam penyisiran darat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Kamis (13/8/2026) sore.
“Hasil laporan tim lapangan, dari pagi hingga siang ini sudah dilakukan patroli mencari potensi bara dan asap untuk langsung dilakukan pembasahan, baik melalui water boombing maupun penyemprotan lewat darat. Dan hingga siang ini, tidak ditemukan lagi titik api dan bara,” ujarnya.
Oleh karena itu, helikopter PK-DAP, PK-DBM, dan PK-DAN, saat ini telah kembali ke Bandara Abdurrahman Saleh untuk standby.
Berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga memasuki hari ke-12 ini jumlah area terbakar di kawasan Gunung Bromo telah mencapai ± 1.120,3 hektar.
Adapun vegetasi yang terdampak meliputi, cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Dalam operasi pemadaman Karhutla ini, sejumlah armada telah diterjunkan, di antaranya 3 unit helikopter, 1 unit drone water spray, 11 unit mobil pemadam kebakaran, dan 1 unit kendaraan komodo.
Jumlah water boombing yang dilakukan oleh tiga unit helikopter mencapai 35 sortie dengan 166 rit dan jumlah air yang dicurahkan mencapai sebanyak 477.500 liter.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman ini di antaranya BNPB, BPBD Jatim, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), Polhut, TNI/Polri, BMKG Juanda, BPBD Kab. Probolinggo, BPBD Kab. Malang, BPBD Kab. Lumajang, BPBD Kab. Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan, BPBD Kab. Mojokerto, BPBD Kab. Jombang, BPBD Kab. Nganjuk, BPBD Kab. Gresik, Damkar Kab. Malang, Damkar Kab. Jombang, Damkar Kota Pasuruan dan sejumlah relawan, mulai dari relawan peduli api, manggala agni, dan masyarakat setempat. (dev/msn)










