Korban Tabrak Lari di Surabaya Tewas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

Ringkasan Berita
  • Heri Susilo (40) tewas setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Diponegoro, Surabaya, pada 9 Agustus 2026. Korban mengalami luka berat, termasuk tangan putus dan retak tempurung kepala sebelum meninggal di RS William Booth.
  • Pengemudi mobil yang menabrak sempat berada di lokasi dan berjanji bertanggung jawab, namun dilepas oleh petugas tanpa dicatat identitasnya. Keluarga korban mencurigai penanganan polisi yang tidak transparan, termasuk enggan menunjukkan rekaman CCTV dari Bank BCA di lokasi kejadian.
  • Keluarga telah melaporkan kasus dan visum ke Satlantas Polrestabes Surabaya, namun hingga kini belum ada kabar mengenai penangkapan pelaku. Mereka menuntut keadilan dan kepastian hukum atas kematian korban.
  • Heri meninggalkan dua anak yang masih bersekolah dan kondisi keluarga semakin sulit karena korban diketahui telah pisah ranjang dengan istrinya. Kasus ini menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari insiden tabrak lari terhadap keluarga yang ditinggalkan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heri Susilo (40), warga asal Wonocolo, Taman, Sidoarjo, yang tinggal di Jalan Giriraya, Sawahan, meninggal dunia di Rumah Sakit William Booth, pada Rabu (12/8/2026) pukul 10.40 WIB setelah menjadi korban tabrak lari.

Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan Diponegoro, sekitar Bank BCA, Minggu (9/8/2026) pukul 16.00 WIB. Heri ditabrak mobil berpenumpang dua orang, sementara pengemudi sempat berada di lokasi namun tidak diamankan polisi.

“Pengemudi hanya berjanji akan tanggung jawab, tapi dilepas petugas,” kata adik korban, Ririn Widurin, Senin (17/8/2026).

Korban mengalami luka berat, termasuk tangan putus, retak tempurung kepala, dan sumbatan saraf, sebelum akhirnya meninggal dunia. Ririn mengaku curiga karena polisi tidak mendata identitas pengemudi serta enggan menunjukkan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Sejak laporan visum dan pengaduan ke Satlantas Polrestabes Surabaya di Colombo, keluarga belum menerima kabar terkait penangkapan pelaku tabrak lari yang terekam CCTV Bank BCA.

“Saya menuntut keadilan untuk kakak saya. Kakak saya manusia,” ucap Ririn.

Heri meninggalkan dua anak yang masih bersekolah. Kondisi keluarga semakin memprihatinkan karena korban diketahui pisah ranjang dengan istrinya.

Keluarga berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan kepastian hukum atas peristiwa tabrak lari yang menelan korban jiwa. (rus/mar)