Pindah ke Ducati, Pedro Acosta Sebut Marc Marquez Ada di Akhir Karier dan Dirinya Baru Memulai

Ringkasan Berita
  • Pedro Acosta akan pindah ke Ducati pada tes Desember mendatang setelah mengakhiri enam tahun kerja sama dengan KTM, karena menilai ambisi juara dunia MotoGP sulit tercapai dengan KTM dalam jangka pendek.
  • Acosta tidak merasa tertekan akan menjadi rekan satu tim Marc Marquez, yang ia sebut berada di 'penghujung karir', sementara dirinya sendiri baru memulai karir di MotoGP.
  • Acosta menyadari tantangan beradaptasi dengan budaya kerja Italia di Ducati setelah enam tahun dengan KTM, sementara Marquez telah sangat mengenal lingkungan tim tersebut.
  • Dengan kontrak dua tahun di Ducati, Acosta menargetkan tahun pertama untuk menemukan ritme terbaik dan tahun kedua untuk melihat perkembangan lebih lanjut.
  • Acosta mengapresiasi kepercayaan Ducati yang memberinya kesempatan meskipun ia belum pernah memenangkan balapan di kelas utama MotoGP selama dua setengah musim berkarier.

MADRID, BANGSAONLINE.com - Jelang kepindahannya ke Ducati pada sesi tes resmi Desember mendatang, Pedro Acosta membeberkan pandangannya mengenai calon rekan satu timnya, Marc Marquez.

Pembalap Spanyol berusia 22 tahun itu menegaskan tak merasa tertekan meski bakal berada di satu garasi dengan sosok yang dianggap sebagai salah satu pembalap terhebat sepanjang masa.

Acosta resmi menyudahi kerja sama enam tahun dengan KTM—pabrikan yang membawanya merengkuh gelar juara dunia Moto3 (2021) dan Moto2 (2023). Keputusan berani melangkah ke Borgo Panigale diambil usai Acosta menilai ambisinya untuk meraih mahkota juara dunia MotoGP sulit terwujud bersama KTM dalam jangka pendek maupun menengah.

Menjelang babak baru bersama pabrikan Italia tersebut, Acosta menyikapi tantangan mendampingi Marquez dengan tenang dan tanpa ekspektasi berlebihan.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya temui di garasi itu, tetapi saya tidak merasa tertekan. Marc berada di penghujung karirnya, sedangkan saya baru saja memulainya,” ujar Acosta.

Meski begitu, Acosta sadar betul bahwa ia akan masuk ke wilayah kekuasaan Marquez yang sudah sangat mengenali iklim kerja Ducati. Ia memprediksi butuh waktu untuk beradaptasi dengan budaya kerja Italia setelah bertahun-tahun bernaung di bawah bendera Austria.

“Marc mengenal semua orang di pabrik, dan saya akan butuh waktu untuk beradaptasi dengan garasi yang sepenuhnya bernuansa Italia setelah menghabiskan enam tahun bersama KTM. Saya menghadapi babak yang benar-benar baru, jadi saya tidak merasa tertekan,” tegas Acosta.

Dengan kontrak berdurasi dua musim, Acosta membagi targetnya ke dalam dua tahapan logis agar bisa menemukan ritme terbaiknya secara bertahap.

“Untungnya, saya akan berada di sana setidaknya selama dua tahun. Jadi, saya punya waktu untuk menemukan ritme saya pada tahun pertama dan melihat apa yang terjadi pada tahun kedua,” ujar pembalap asal Spanyol itu.

Pembalap bernomor #37 ini juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran manajemen Ducati yang memberikan kepercayaan besar, meskipun ia belum pernah meraih kemenangan di kelas utama MotoGP selama dua setengah musim berkarir.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ducati karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari proyek mereka, meskipun faktanya saya belum pernah memenangkan balapan MotoGP,” pungkas Acosta.