Aster KSAD Tinjau Pembangunan Jembatan Bakti TNI di Bangkalan

Ringkasan Berita
  • Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen (Aster KSAD) meninjau pembangunan jembatan program Bakti TNI 2026 di Desa Tanjung, Bangkalan, dan menyebut program ini merupakan karya bakti yang menyasar 13 wilayah, termasuk Madura.
  • Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, dengan kualitas yang telah dicek sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
  • Program Bakti TNI 2026 tidak hanya membangun jembatan, tetapi juga mencakup rehabilitasi sekolah, tempat ibadah, MCK, hingga sunatan massal.
  • Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengapresiasi program ini karena sangat membantu pembangunan daerah yang belum terakomodir APBD dan berdampak besar pada pendidikan, ekonomi, serta kesehatan warga.
  • Harapan dari program ini adalah keberlanjutan dan ketepatan sasaran agar wilayah yang sebelumnya terisolasi dapat lebih mudah mengakses layanan publik.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen, meninjau pembangunan jembatan hasil program Bakti TNI 2026 di Desa Tanjung, Kecamatan Burneh, Kamis (20/8/2026).

Ia menegaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari karya bakti TNI yang menyasar 13 wilayah, termasuk Madura.

“Kegiatan ini adalah salah satu program karya bakti dengan menggandeng pemda hingga masyarakat,” ujarnya.

Rachmad menyebut kerja sama dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan.

“Contoh nyata yaitu adanya jembatan ini. Setelah dicek, kualitasnya sesuai dengan RAB,” katanya.

Program Bakti TNI juga mencakup rehab sekolah, tempat ibadah, MCK, hingga sunatan massal.

Ia berpesan kepada prajurit agar selalu berinteraksi dengan masyarakat.

“Dari hasil itu kita akan tahu permasalahan dan kebutuhan masyarakat, sehingga bisa dimaksimalkan apa yang dibantu nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengapresiasi program tersebut.

“Kegiatan ini sangat membantu pembangunan daerah, terutama yang belum terakomodir APBD,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan jembatan berdampak besar pada pendidikan, ekonomi, dan kesehatan warga.

Lukman berharap, program Bakti TNI berkelanjutan dan tepat sasaran, sehingga wilayah yang sebelumnya terisolasi dapat lebih mudah mengakses layanan publik. (mzr/uzi/mar)