Terperosok ke Empang Berlumpur, Sapi Warga Lamongan Dievakuasi Damkar

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan mengevakuasi seekor sapi milik warga Desa Mangkujajar, Kecamatan Kembangbahu, yang terperosok dan terjebak di empang berlumpur.

Sapi milik Muhammad Iqbal Muhibullah (26) itu terjebak di empang Dusun Sambijajar, RT 03/RW 04, Desa Mangkujajar.

Sebelum terperosok, sapi tersebut digembala di halaman belakang rumah. Namun, hewan itu kemudian masuk ke empang dengan kondisi lumpur yang cukup dalam.

Pemilik yang khawatir sapi semakin lama terjebak dan kondisinya membahayakan kemudian meminta bantuan petugas Damkar Lamongan untuk melakukan evakuasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan, Rayin, mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengirimkan petugas ke lokasi.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk membantu mengevakuasi sapi yang terjebak di dalam empang. Kondisinya cukup menyulitkan karena sapi terjebak di lumpur yang dalam,” katanya, Kamis 20 Agustus 2026.

Sesampainya di lokasi, petugas menggunakan metode evakuasi manual dengan bantuan tali.

Tali dikaitkan pada tubuh sapi yang terjebak di area berlumpur, kemudian beberapa petugas menarik hewan tersebut dari bagian atas tebing empang.

Proses penarikan dilakukan secara perlahan untuk mencegah sapi kembali terperosok sekaligus menjaga keselamatan petugas.

Petugas lain berada di sekitar posisi sapi untuk membantu mengarahkan tubuh hewan selama proses penarikan berlangsung.

“Penarikan dilakukan bersama-sama secara bertahap. Ada petugas yang menarik dari atas dan ada yang membantu dari dekat posisi sapi supaya evakuasinya bisa dilakukan dengan aman,” jelasnya.

Kondisi medan yang licin dan dipenuhi lumpur membuat petugas harus ekstra hati-hati selama proses penyelamatan.

Setelah beberapa kali penarikan, sapi akhirnya berhasil dikeluarkan dari empang dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Seluruh proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Rayin mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri ketika menghadapi hewan yang terjebak di lokasi berbahaya dan sulit dievakuasi sendiri.

“Kalau kondisi hewan sudah terjebak dan sulit dievakuasi, sebaiknya segera meminta bantuan petugas. Jangan sampai karena terlalu lama terjebak justru membahayakan kondisi hewan maupun warga yang berusaha menolong,” tuturnya. (van)