Lumpia Semarang, Oleh-Oleh khas Kota Atlas

Ringkasan Berita
  • Lumpia merupakan kuliner ikonik Semarang yang memiliki sejarah ratusan tahun dengan perpaduan cita rasa Jawa dan Tionghoa.
  • Beberapa merek ternama seperti Lumpia Satirasa, Loenpia Gang Lombok (lebih dari 100 tahun), Lumpia Mataram (sejak 1988), dan Loenpia Mbak Lien menawarkan variasi rasa dan kemasan vakum untuk oleh-oleh.
  • Loenpia Gang Lombok diakui sebagai pelopor dengan resep turun-temurun hingga generasi keempat, menggunakan isian rebung, telur, dan udang.
  • Harga lumpia mulai dari Rp13.000 per buah dengan pilihan cara penyajian goreng atau basah, serta berbagai varian rasa seperti original, spesial, seafood, dan western.
  • Keberagaman merek lumpia menunjukkan perkembangan kuliner khas Semarang yang tetap mempertahankan cita rasa tradisional sebagai bagian penting identitas daerah.

BANGSAONLINE.com - Selain Lawang Sewu dan Kota Lama, Semarang juga dikenal dengan kuliner khasnya, lumpia. Hidangan ini telah menjadi ikon kota selama ratusan tahun dengan cita rasa perpaduan Jawa dan Tionghoa.

Salah satu pilihan populer adalah Lumpia Satirasa, yang menawarkan rasa autentik dengan varian goreng dan basah. Lumpia ini dijual mulai Rp13 ribu per buah dan tersedia dalam kemasan vakum untuk oleh-oleh.

Loenpia Gang Lombok, yang berdiri lebih dari 100 tahun, disebut sebagai pelopor lumpia Semarang. Resep turun-temurun hingga generasi keempat menghadirkan isian rebung, telur, dan udang, tersedia dalam versi goreng maupun basah.

Lumpia Mataram, hadir sejak 1988, menjadi ikon kuliner lain dengan pilihan rasa original, spesial, dan udang. Sementara itu, Loenpia Mbak Lien menawarkan variasi lebih luas, mulai dari original special, seafood, hingga western.

Keberadaan berbagai merek lumpia ini memperlihatkan bagaimana kuliner khas Semarang terus berkembang, sekaligus mempertahankan cita rasa tradisi yang menjadikannya bagian penting dari identitas daerah. (mg2/rom)