BANGSAONLINE.com - Jejak kental manis di Indonesia dimulai sejak 1922, ketika produk makanan dalam kemasan modern mulai dikenal masyarakat. Saat itu, Frische Vlag (yang kini dikenal sebagai Frisian Flag) hadir sebagai produk berbasis susu dengan daya simpan lebih lama dibandingkan susu segar.
Seiring waktu, kental manis menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perpaduannya dengan bahan lokal seperti buah, ketan, es serut, dan jajanan tepung menghasilkan cita rasa manis dan creamy yang khas.
Es Teler Jakarta menjadi salah satu minuman populer dengan tambahan kental manis yang membuat rasanya lebih segar dan legit. Martabak manis juga menjadikan kental manis sebagai topping klasik bersama keju dan meses.
Di Bandung, jajanan Jagung Susu Keju memadukan jagung hangat dengan siraman kental manis dan taburan keju, menghadirkan rasa manis, gurih, sekaligus creamy. Es Dawet Selasih dari Jawa Tengah pun semakin nikmat dengan tambahan kental manis yang memperkaya rasa tradisionalnya.
Ketan Susu khas Kemayoran, Jakarta, menjadi contoh lain. Ketan pulen disajikan dengan siraman kental manis, meses, keju, atau durian, menghasilkan cita rasa lembut dan manis yang digemari banyak orang.
Keberadaan kental manis dalam berbagai jajanan lokal menunjukkan bagaimana produk ini beradaptasi dengan kuliner Nusantara, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Indonesia. (mg1/rom)










