Target Penyaluran Beras SPHP Tembus 101 Persen, Bulog Bojonegoro Percepat Distribusi

Ringkasan Berita
  • Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro telah melampaui target distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar 101,10 persen untuk wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
  • Strategi pencapaian ini dilakukan dengan mempercepat distribusi ke berbagai saluran, termasuk pengecer pasar tradisional dan instansi pemerintah, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
  • Pengecer pasar tradisional menjadi kontributor terbesar penyerapan beras SPHP (2,87 juta kg), diikuti oleh penjualan melalui instansi pemerintah (2,29 juta kg) yang berperan penting menekan harga.
  • Bulog juga mengakselerasi program bantuan pangan dan gerakan pasar murah melalui kolaborasi dengan dinas terkait, TNI, dan Polri untuk mengamankan rantai pasok daerah.
  • Kerja sama lintas sektor akan terus ditingkatkan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga pangan di tingkat masyarakat.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro sukses melampaui target distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Hingga kini, realisasi penyalurannya telah menembus angka 101,10 persen.

Pencapaian tersebut dipicu oleh langkah Bulog yang sengaja mempercepat proses distribusi ke berbagai saluran.

"Distribusi dipercepat untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat," ujar Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro, Umar Said.

Guna memperluas jangkauan masyarakat terhadap beras murah, pasokan SPHP digelontorkan ke seluruh lapisan, mulai dari pengecer pasar tradisional hingga instansi pemerintah.

“Penjualan beras SPHP melalui instansi pemerintah menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam upaya menekan harga beras di wilayah kerja kami,” tutur Umar.

Data internal Bulog Bojonegoro mencatat total penyaluran SPHP telah mencapai 6.595.960 kilogram. Pengecer pasar menjadi kontributor terbesar dengan penyerapan mencapai 2.874.780 kilogram, disusul oleh penjualan via instansi pemerintah yang menyerap 2.294.375 kilogram.

Tak hanya menggenjot program SPHP, Bulog juga mengakselerasi pembagian bantuan pangan beras yang diselaraskan dengan gerakan pasar murah (GPM). Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta TNI dan Polri.

Umar memastikan kerja sama antarlembaga ini bakal terus ditingkatkan demi mengamankan rantai pasok pangan daerah.

“Ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga pangan di masyarakat,” pungkasnya.