Ringkasan Berita
- Air mineral berasal dari sumber alami (seperti mata air pegunungan) dan mengandung mineral alami penting seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
- Air demineral adalah air yang telah diproses (disuling atau dideionisasi) untuk menghilangkan semua mineral dan ion, sehingga menjadi air murni tanpa kandungan mineral alami.
- Menurut penelitian Universitas Indonesia, konsumsi air demineral dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas asupan nutrisi tertentu.
- Air mineral dinilai lebih aman untuk dikonsumsi rutin karena tetap menyediakan mineral alami yang dibutuhkan tubuh.
- Konsumen perlu memahami perbedaan ini agar dapat membuat pilihan yang bijak sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka.
BANGSAONLINE.com - AMDK atau Air minum dalam kemasan umumnya dibedakan menjadi 2 jenis, yakni air mineral dan air demineral. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan penting yang dapat memengaruhi kesehatan.
Air mineral berasal dari sumber alami, seperti mata air pegunungan, dan mengandung mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, serta kalium.
Kandungan tersebut tidak hanya memberi rasa segar, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa merek bahkan mencantumkan kadar mineral secara detail pada label kemasan.
Sebaliknya, air demineral adalah air yang telah melalui proses penyulingan atau deionisasi untuk menghilangkan mineral dan ion. Hasilnya adalah air murni tanpa kandungan mineral alami.
Produk ini biasanya diberi label 'air murni' atau 'air demineral' meski kemasannya mirip dengan air mineral. Menurut penelitian Universitas Indonesia, konsumsi air demineral dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas asupan nutrisi tertentu.
Sementara itu, air mineral dinilai lebih aman karena tetap mengandung mineral alami yang dibutuhkan tubuh. Dengan memahami perbedaan keduanya, konsumen dapat lebih bijak memilih jenis air minum sesuai kebutuhan kesehatan. (mg1/rom)










