Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Madiun akan mengkaji ulang lokasi pembangunan TPST di Lingkungan Punjul, Bangunsari, akibat penolakan warga setempat.
- Bupati Madiun menegaskan proyek tidak akan dipaksa dan siap memindahkan lokasi, dengan TPA Kaliabu di Mejayan sebagai salah satu opsi alternatif.
- TPST yang direncanakan menggunakan sistem modern ramah lingkungan, menerapkan ekonomi sirkular, serta memiliki manfaat ekonomi dan edukasi.
- Pemkab menyayangkan adanya disinformasi yang menyamakan TPST dengan TPA konvensional, dan mengedepankan komunikasi serta penyerapan aspirasi masyarakat.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun merespons gelombang penolakan warga terhadap rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Lingkungan Punjul, RW 7, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo. Pemkab Madiun memastikan pengerjaan proyek tersebut tidak akan dipaksakan dan siap melangsungkan kajian ulang lokasi.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa esensi utama dari pembangunan fasilitas publik adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jika warga setempat tetap menolak, pemerintah tidak ragu untuk memindahkan titik lokasi.
“Karena mereka (warga) tidak sepakat, tujuan kita kan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat. Kalau masyarakatnya tidak mau, ya kita kaji lagi,” tegas Hari Wuryanto, Kamis (27/8/2026).
Pemkab Madiun kini mulai mempertimbangkan lokasi alternatif, salah satunya memanfaatkan kawasan TPA Kaliabu di Kecamatan Mejayan. Namun, lokasi baru ini masih sebatas opsi dan memerlukan kajian lebih mendalam.
"Nanti akan kita alihkan. Lokasi titiknya akan kita kaji dulu,” tambahnya.
Sebelumnya, penolakan resmi disampaikan oleh warga dari lima RT di RW 7 Lingkungan Punjul yang khawatir akan dampak keberadaan fasilitas sampah di sekitar permukiman mereka.
Keunggulan Konsep TPST Modern Menurut Pemkab Madiun:
- Ramah Lingkungan: Dirancang menggunakan sistem pengolahan modern yang bersih dan bebas dari bau menyengat.
- Penerapan Ekonomi Sirkular: Mengolah berbagai jenis limbah, seperti sampah plastik dan tutup botol, menjadi produk bernilai guna tinggi.
- Manfaat Ekonomi & Edukasi: Berpotensi meningkatkan pendapatan warga sekitar lewat peluang usaha baru serta menjadi wahana edukasi pemilahan sampah bagi para pelajar.
Hari menyayangkan adanya disinformasi terkait konsep TPST yang sebenarnya berbeda dengan tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional.
“Sebenarnya bagus bagi masyarakat setempat, karena bisa meningkatkan income di sekitar. Selain pendapatan, TPST yang dibangun ini tidak ada bau, bersih, dan jadi tempat edukasi anak-anak kita. Tapi mungkin karena belum paham saja sehingga ada penolakan,” ujarnya.
Meskipun memiliki nilai manfaat yang tinggi, Pemkab Madiun memilih mengedepankan komunikasi publik dan menyerap aspirasi warga. Evaluasi lokasi baru terus dimatangkan agar kebutuhan pengolahan sampah daerah tetap terpenuhi tanpa memicu polemik di masyarakat.










