Pemkab Kediri Gelar Pasar Murah Tahap II 2026 di Purwodadi

Ringkasan Berita
  • Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar Pasar Murah Tahap II 2026 untuk membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan lansia, mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
  • Pasar murah pertama digelar di Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, dan merupakan hasil inisiasi Bagian Perekonomian & SDA bersama TP PKK Kabupaten Kediri sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.
  • Beragam kebutuhan pokok seperti telur, bawang, minyak goreng, serta produk olahan UMKM tersedia dengan harga Rp1-2 ribu lebih murah dari pasaran.
  • Selain penjualan, TP PKK juga menyerahkan 200 paket suvenir berisi produk pabrik dan UMKM, seperti abon lele, telur asin, beras, dan sarden, kepada masyarakat.
  • Program ini bertujuan agar masyarakat dapat membeli dengan harga murah sekaligus membantu mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri kembali menghadirkan Pasar Murah Tahap II tahun ini untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan yang diinisiasi Bagian Perekonomian dan SDA bersama TP PKK Kabupaten Kediri ini pertama digelar di Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Rabu (2/9/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, melalui Ketua Pokja I Dyah Saktiana, menyampaikan pasar murah menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan.

“Utamanya masyarakat yang diperhatikan adalah warga yang kurang mampu dan lansia,” ujarnya.

Beragam kebutuhan pokok tersedia, mulai dari telur, bawang merah, bawang putih, minyak goreng hingga produk olahan UMKM. Selain itu, TP PKK Kabupaten Kediri juga menyerahkan 200 paket suvenir berisi produk pabrik dan UMKM seperti abon lele, telur asin, beras, minyak goreng, sarden, dan kecap.

Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Kediri, Santoso, mengatakan sejumlah komoditas dijual dengan selisih Rp1-2 ribu lebih murah dibanding harga pasaran.

“Ini harus terus kita laksanakan agar masyarakat bisa merasakan dan membeli dengan harga murah dan inflasi bisa dikendalikan,” katanya. (uji/mar)