Ringkasan Berita
- BPBD Gresik menyiapkan distribusi air bersih untuk mengantisipasi kekeringan yang berpotensi berdampak pada 135.619 jiwa di 62 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
- Hingga kini, tujuh desa di Kecamatan Bungah, Sidayu, dan Balongpanggang telah menerima pasokan air bersih, sementara distribusi terus dilakukan secara berkala karena permintaan masih berdatangan.
- BPBD menyiagakan lima armada truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter di sejumlah titik rawan kekeringan, dengan pemerintah daerah menambah anggaran untuk mendukung pasokan air bersih.
- BPBD meminta warga melaporkan krisis air melalui call center kedaruratan yang disiapkan dan mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air selama musim kemarau.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - BPBD Gresik menyiapkan distribusi air bersih untuk mengantisipasi kekeringan yang berpotensi berdampak pada 135.619 jiwa di 62 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik Driatmiko Herlambang mengatakan, hingga kini tujuh desa telah menerima pasokan air bersih yang tersebar di Kecamatan Bungah, Sidayu, dan Balongpanggang.
“Distribusi masih terus kita lakukan secara berkala. Sampai saat ini permintaan masih terus berdatangan dari desa-desa,” kata Miko, Rabu (2/9/2026).
BPBD Gresik juga telah menyiagakan sejumlah armada truk tangki air berkapasitas 5.000 liter di sejumlah titik yang rawan kekeringan. Pemerintah daerah turut menambah anggaran untuk mendukung pasokan air bersih bagi warga.
“Cakupan distribusi akan terus, ada lima armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang disiagakan," terang Miko.
BPBD meminta warga melaporkan jika terjadi krisis air di lingkungannya. Masyarakat juga diimbau bijak menggunakan air di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
“Kami menyiapkan call center kedaruratan BPBD Gresik, untuk mempermudah distribusi air bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. (van)










