SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Motor klasik jenis Honda CB modifikasi milik mahasiswa ITS yang tinggal di kawasan Keputih Makam, Surabaya, diduga dibawa kabur oleh anak pemilik kos, Rabu (9/9/2026) siang.
Motor tersebut diketahui hilang oleh pemiliknya, YN, warga Lamongan yang merupakan mahasiswa ITS dan tinggal di Jalan Keputih Makam Blok FA, Surabaya, di rumah kos milik Sodiq.
Setelah mengetahui motornya hilang, YN berupaya mencari kendaraan tersebut dengan berkeliling di kawasan Sukolilo dan Keputih Makam.
Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. YN bersama sejumlah teman kos menemukan motor miliknya sedang dikendarai seorang pemuda bernama Fahri, yang diketahui merupakan anak ketiga Sodiq, pemilik kos tempat YN tinggal.
YN menemukan Fahri mengendarai motor tersebut saat melintas di depan Kantor Liponsos Keputih, Jalan Keputih Tegal, sekitar pukul 14.00 WIB pada Rabu (9/9/2026).
YN kemudian menghentikan motor miliknya yang dikendarai Fahri. Keduanya terlibat adu mulut di lokasi kejadian.
Adu mulut tersebut terdengar oleh Jery, pengelola kedai kopi yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi YN dan Fahri bersitegang.
Jery kemudian menghampiri keduanya dengan maksud meredam perselisihan.
"Jadi saya tahu rame rame, lalu teman teman pemilik motor Honda CB itu sempat menuding anak yang mengendarai motor CB sebagai maling. Karena ada hubungannya dengan aksi kriminal saya menghubungi 112 pengaduan Pemkot Surabaya," ujarnya, Kamis (10/9/2026) sore.
Jery menambahkan, setelah menghubungi Command Center 112 Surabaya, petugas kemudian datang ke lokasi.
"Jadi setelah menghubungi 112 kok malah yang datang Satpol PP dan Babin Koramil, bukanya Polisi. Lalu keduanya yaitu yang tertuduh maling diangkut di mobil Satpol PP, sedangkan pemilik motor CB mengendarai motornya, tapi saya tidak tahu menuju kemana," tambah Jery.
Setelah Fahri diamankan karena diduga terlibat pencurian motor, Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan membenarkan penangkapan tersebut.
"Masih kita periksa terduga pelakunya, tapi kami juga masih menunggu korban atau pemilik motor melaporkan ke Polsek Sukolilo," ujar Yunus Kurniawan.
Penangkapan Fahri, anak ketiga Sodiq, juga mendapat perhatian warga sekitar. Sejumlah warga menyebut Fahri merupakan pemuda yang kerap membuat ulah.
Andik, warga Jalan Keputih Makam Blok FA, membenarkan adanya kedatangan polisi dari Polsek Sukolilo ke rumah Sodiq.
"Benar kemarin Rabu ada polisi Sukolilo mendatangi rumah pak Sodiq. Pak Sodiq selain punya rumah kos juga bekerja di toko Sakina, dan tentang anak nya itu (Fahri) terkenal nakal dan putus sekolah karena nakal," ujarnya Kamis (9/9/2026). (rus/van)










