Pria di Nginden Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa dengan Kondisi Mengenaskan dalam Kamar

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Warga Nginden Intan digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria yang membusuk dalam kondisi tergantung di sebuah rumah, Kamis (24/9/2026).

Korban diketahui berinisial DNP (30), pria asal Nganjuk yang sebelumnya bekerja di sebuah warung dan tinggal bersama istri serta kedua orang tuanya.

Penemuan jenazah bermula ketika warga mencium aroma busuk menyengat dari rumah nomor 41 tersebut yang kemudian dilaporkan melalui Command Center 112 Kota Surabaya sekitar pukul 10.30 WIB.

Petugas gabungan dari BPBD, Inavis, serta aparat kepolisian dari Polsek Sukolilo yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

Saat ditemukan, korban berada di ruang tamu dalam posisi tergantung menggunakan tali tampar berwarna hitam yang menjerat lehernya dan diduga telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Proses evakuasi selesai sekitar pukul 12.00 WIB dan jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani visum serta penanganan lebih lanjut, sedangkan lokasi kejadian dipasangi garis polisi.

Kholiyah (50), tetangga korban, mengatakan DNP baru terlihat menempati rumah kontrakan yang sebelumnya kosong tersebut sekitar satu minggu terakhir dengan mengendarai sepeda motor.

Menurut Kholiyah, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat menunjukkan gelagat berbeda dan terlibat perselisihan dengan seorang wanita yang disebut sebagai kekasihnya.

"Terakhir kelihatan itu Senin sore, wajahnya terlihat seperti orang bingung. Waktu Senin pagi juga sempat sama wanita di halaman depan. Katanya mau diantar pulang ke kos di Surabaya Barat. Tapi siang harinya mereka kembali lagi boncengan naik motor sambil bercanda dan masuk ke dalam rumah," ujar Kholiyah.

Kholiyah menambahkan, korban diketahui telah memiliki dua anak yang berada di Nganjuk dan baru menempati rumah tersebut selama sekitar satu minggu.

Setelah terlibat adu mulut dengan kekasihnya pada Senin siang, korban disebut terlihat gelisah pada Senin malam.

Sementara itu, Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai aroma tidak sedap yang tercium di sekitar perumahan.

"Laporan pertama masuk via Command Center 112 dari tetangga sebelah yang mencium bau busuk menyengat. Korban ditemukan gantung diri di dalam rumah dengan leher terjerat tali tampar warna hitam. Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar dua hari, terhitung sejak hari Selasa," terang AKP Yunus Kurniawan.

AKP Yunus Kurniawan menambahkan, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut dan polisi masih mendalami dugaan motif kematiannya.

"Korban itu tinggal sendiri, dan dugaan sementara bunuh diri karena ada permasalahan asmara kemungkinan besar. Jadi info dari orang tua korban, kalau korban ini sudah cerai dan menjalin hubungan dengan orang Surabaya. Kemungkinan ada cek cok dengan kekasih tentang hubungan asmara, namun hal itu belum terbukti kita masih memeriksa handphone milik korban," bebernya. (rus/van)

 

Disclaimer

Perhatian! Informasi dalam pemberitaan ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental