Lukman Edy Calon Sekjen PBNU, Gus Ipul dan Nusron Tersingkir

JARKARTA, BANGSAONLINE.com-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sudah usai. KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aaam Syuriah, sedangkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum Tanfidziah PBNU. Sekarang yang menjadi sorotan utama warga NU – terutama para kiai dan aktivis NU -  siapa yang akan duduk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU ke depan, tepatnya masa khidmat 2026-2031.

Sampai tadi malam informasi yang diterima BANGSAONLINE menyebutkan bahwa calon terkuat sebagai Sekjen PBNU masa khidmat 2026-2031 adalah Dr. Ir. H. M. Lukman Edy, M.Si. Kabarnya nama Lukman Edy ini merupakan usulan Gus Kikin sendiri.

Munculnya nama Lukman Edy ini disambut positif banyak pihak. Baik kiai kultural NU maupun kiai struktural NU. Bahkan juga aktivis serta pengurus NU di Jawa maupun luar Jawa. Paling tidak, menurut mereka, duet Gus Kikin-Lukman Edy bakal memunculkan trust atau kepercayaan publik ketimbang wajah lama. 

Siapa Lukman Edy? Pria berasal dari Riau Sumatera itu pernah menjabat Sekretaris Jenderal DPP PKB. Tapi kemudian pecah kongsi dengan Ketua Umum PKB A. Muhaimin Iskandar.

Lukman Edy juga pernah menjadi anggota DPR RI dari FKB. Selain itu Lukman Edy juga pernah menjadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lukman Edy juga alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Tentu banyak sekali agumentasi Gus Kikin. Selain soal faktor kapasitas, pengalaman, meritokrasi, kecocokan visi juga keterwakilan wilayah.

“Rais Aam dari Jawa Timur, Gus Kikin sendiri juga dari Jawa Timur. Wajar kalau Gus Kikin pilih Sekjen dari luar Jawa,” ujar sumber BANGSAONLINE.

Munculnya nama Lukman Edy bagi sebagian orang memang mengejutkan. Karena selama hiruk pikuk muktamar NU nama Lukman Edy tak pernah muncul ke publik. Pria bertubuh tinggi besar itu bekerja dalam senyap. Bahkan Lukman Edy disebut-sebut sebagai koordinator tim sekaligus tokoh kunci faktor kemenangan Gus Kikin sebagai ketua umum PBNU.

Memang sempat beredar isu bahwa ada beberapa nama yang akan menduduki Sekjen PBNU. Antara lain Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial RI yang juga mantan Sekjen PBNU dalam kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf. Gus Ipul selain mantan Sekjen PBNU juga Ketua Panitia Muktamar NU.

Juga muncul nama Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia. Bahkan Gus Ipul saat pidato selaku Ketua Panitia Muktamar NU sempat menyinggung nama Nusron sebagai “penerus”-nya.

Selain Gus Ipul dan Nusron juga muncul nama Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg). Mantan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta itu disebut-sebut sebagai calon Sekjen PBNU.

Tapi tiga nama itu (Gus Ipul, Nusron dan Juri) tampaknya akan tersingkir. Informasi yang diterima BANGSAONLINE menyebutkan pembahasan tentang sekjen menimbulkan pro-kontra.

“Sampai tadi malam GI masih ngotot Nusron,” ujar sumber tersebut.

Namun Gus Kikin dikabarkan tetap teguh mempertahankan Lukman Edy.

Sikap teguh Gus Kikin itu tentu banyak mendapat dukungan. Termasuk  dari tokoh-tokoh luar Jawa. Diantaranya Dr. H. Andi Jamaro Dulung, mantan Ketua PBNU sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PB IKA PMII.

Dukungan juga datang dari Ahmad Wardiman, S.Ag., M.Th.I., Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Soppeng; Dr. KH. Rahmatunnair, Ketua PCNU Kabupaten Bone dan Syahrir Rumluan, S.Fil.I., Sekretaris PWNU Maluku.

“Keempat tokoh tersebut menyambut positif usulan Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang mendorong Lukman Edy sebagai Sekjen PBNU,” kata Andi Jamaro, Jumat (11/9/2926).

Menurut Andi Jamaro, usulan Gus Kikin yang menginginkan Lukman Edy sebagai Sekjen PBNU bukan sekadar persoalan representasi kewilayahan, tetapi juga momentum untuk memperkuat meritokrasi dan membuka ruang pengabdian bagi kader-kader NU potensial dari berbagai daerah.