Program JKN Ringankan Perjuangan Pasien Kanker Selama 6 Tahun

TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Perjalanan panjang melawan kanker dijalani Musrimin selama 6 tahun terakhir dengan pemeriksaan rutin, dan kepatuhan terhadap arahan dokter. Program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional turut meringankan beban biaya pengobatan yang harus ditanggungnya.

Awalnya, Musrimin menemukan benjolan di payudara saat belum terdaftar sebagai peserta JKN. Sejumlah pemeriksaan awal seperti USG, CT Scan, dan rontgen dilakukan dengan biaya pribadi.

Kondisi semakin berat ketika ia juga didiagnosis batu empedu hingga harus masuk Unit Gawat Darurat. Atas saran dokter, ia mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas tiga.

“Memang berat bagi saya awal pengobatan belum punya JKN. Selain ada benjolan di payudara, saya waktu itu juga dinyatakan kena batu empedu sampai masuk UGD. Akhirnya saya disarankan dokter untuk mendaftar BPJS kelas tiga agar proses pengobatan saya dapat terjamin Program JKN,” katanya pada Senin (21/9/2026).

Setelah terdaftar, Musrimin menjalani dua operasi besar dalam satu bulan, yakni operasi batu empedu pada November dan operasi pengangkatan kanker payudara pada Desember. Ia bersyukur seluruh biaya ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kalau tidak ada BPJS, mungkin saya tidak akan bisa operasi dengan biaya yang mahal itu,” ujarnya.

Kanker yang dideritanya telah memasuki stadium dua dengan sifat ganas. Dokter menyarankan 6 kali kemoterapi yang dijalani di RS Persada Malang dan RSUD dr. Iskak Tulungagung. Seluruh rangkaian kemoterapi ditanggung JKN.

Kini, Musrimin melanjutkan pengobatan dengan terapi obat Tamoxifen yang selalu tersedia tepat waktu. Status kepesertaannya kini berubah menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga iuran JKN ditanggung pemerintah.

“Sekarang sudah jadi peserta PBI jadi iurannya tidak bayar sendiri lagi, alhamdulillah lebih meringankan, tinggal fokus pengobatan saja,” ucapnya.

Musrimin menegaskan, rahasia menjaga kesehatan adalah tetap bahagia, rutin kontrol, dan patuh pada arahan dokter. Ia berharap program JKN terus berlanjut karena pengobatan kanker membutuhkan waktu panjang. (fer/mar)