JAKARTA, BANGSAONLINE.com-Pengamat politik dan budayawan Mohamad Sobary mematahkan pernyataan Rocky Gerung yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto seorang sosialis. Menurut Kang Sobary – panggilan tokoh asal Bantul Yogyakarta itu - Prabowo bukanlah seorang sosialis, tapi borjuis pretorian.
“Prabowo itu bagi saya tidak (sosialis) bung (Rocky). Prabowo itu borjuis. Prabowo itu orang kaya kelas atas atau menengah atas yang berbahagia menikmati kehidupan,” tegas Mohamad Sobary dalam rekaman videonya yang beredar luas.
Menurut Sobary, Rocky Gerung juga borjuis. “Rocky borjuis pula. Dia (Rocky) tidak bisa disebut petty bourgeoisie (borjuis kecil). Dia borjuis. Borjuis atas. Borjuis murni,” ujarnya.
Kang Sobary bahkan menegaskan bahwa Prabowo Subianto tidak cukup disebut borjuis.
“Tapi borjuis pretorian atau praetorian,” ujar Sobary.
Apa itu pretorian? “Pretorian itu dulu di jaman Romawi adalah kekuatan-kekuatan yang mamback up keamanan raja, yang memback up keamanan elitnya elit. Yang bisa itu hanya tentara bung, hanya orang yang punya senjata,” kata Kang Sobary.
Menurut dia, pretorian itu kemudian berkembang menjadi pretorian culture.
“Intinya, suatu sikap, tingkah laku, pandangan yang tidak melarang, yang menghalalkan campur tangan kekuatan-kekuatan militer - juga kepolisian - dalam kehidupan sipil. Jadi kalangan militer yang campur tangan ke kalangan (sipil),” ujarnya.
Menurut dia, di era Prabowo sekarang, militer bukan hanya campur tangan, tapi dominan menempati jabatan-jabatan sipil. Para militer aktif itu, tegas Sobary, menempati jabatan-jabatan wilayah yang mestinya dijabat orang sipil.
Karena itu Sobary minta Rocky Gerung tidak menipu publik dengan dalih Prabowo sosialis.
“Janganlah berdalih, janganlan menipu (dengan mengatakan) bahwa Prabowo adalah sosialis. Nggak ada bung. Prabowo itu borjuis pretorian,” ujar Sobary.
Menurut Sobary, bagi Prabowo militer boleh menguasai wilayah sipil. Bahkan dengan cara melanggar peraturan sekali pun. Ia menyebut Letkol Teddy Indra Wijaya yang masih aktif di militer tapi menduduki jabatan sipil yang sangat mulia.
“Mulianya mulia,” ujarnya.
Sobary juga menyinggung soal “ilmu kelihatannyya” yang ditampilkan Prabowo. Menurut dia, “kelihatannya” Prabowo itu pro people, pro rakyat. Tapi sebenarnya Prabowo pro elite. Pro oligarki. Ia memberi contoh soal program MBG dan Kopdes Merah Putih atau KDMP.
Menurut dia, koperasi itu seperti yang digagas Bung Hatta. Gerakan ekonommi yang tumbuh dari bawah. Bukan top down. KDMP, tegas dia, top down.
“Itu spirit pro elite, bukan spirit pro people,” ujarnya.
Seorang yang pro rakyat, tegas Sobary, jika dikritik pasti mendengankan. Ia memberi contoh tentang MBG yang ia anggap sebagai program melukai rakyat. Tapi Prabowo malah fanatik dengan program MBG.
Sobary kemudian mengeritik keras Rocky Gerung. Menurut dia, apa yang disampaikan Rocky Gerung tidak selalu mencerminkan kebenaran. Bahkan, tegas dia, sekarang ini Rocky tidak berperan sebagai intelektual tapi sebagai politisi yang sedang mendekati kekuasaan.
“Dia politisi yang mendekati nilai kekuasan, mencari pengaruh,” ujarnya.
Sobary juga mengeritik Rocky Gerung yang cenderung berkelit ketika mendapat kritik bahwa dia hanya galak kepada Jokwo tapi bungkam kepada Prabowo.
· “Ketika dia dikritik, (bahwa) dia hanya galak kepada Prabowo tapi bungkam terhadap Prabowo, dia punya cara berkelit. Tapi cara berkelit itu hanya kata-kata bung. Urusan kesadaran lirik, bukan kesadaran yang sifatnya realistik,” tegasnya.
· Sobary mengakui bahwa Rocky Gerung adalah orang pandai. Karena itu cara berkelitnyapun juga pandai.
· “Rocky memang pandai membuat alasan. Tapi itu hanya tipuan. Itu bukan kemurnian sikap seorang intelektual,” ujarnya.
· “Jadi Prabowo tidak cukup borjuis, tapi borjuis pretorian,” tegasnya.










