SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang meminta petani jujur saat memperbarui data penerima pupuk bersubsidi untuk 2027.
Langkah verifikasi dilakukan untuk mengantisipasi data ganda sekaligus memastikan alokasi pupuk bersubsidi sesuai dengan kondisi lahan yang sebenarnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Nurdin, mengatakan penyuluh pertanian bertugas memeriksa sekaligus memverifikasi data petani di wilayah masing-masing.
Data yang dinilai tidak sesuai akan diseleksi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam sistem pengusulan.
Dalam proses pendataan, salah satu persoalan yang berpotensi muncul adalah pencatatan satu lahan atas nama lebih dari satu anggota keluarga.
Kondisi tersebut dapat membuat data penerima pupuk bersubsidi tidak mencerminkan luas lahan yang sebenarnya.
"Kami mohon kejujurannya dari teman-teman petani agar tidak terjadi penggelembungan data," kata Nurdin, Selasa 29 September 2026.
Nurdin mencontohkan, satu bidang lahan yang sama tidak semestinya dicatat secara terpisah atas nama suami, istri, dan anak apabila tidak sesuai dengan kondisi penguasaan lahan.
Penyuluh pertanian nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap data yang diajukan untuk memastikan kesesuaiannya.
Tidak hanya luas lahan, petani juga diminta memperbarui informasi mengenai komoditas yang akan ditanam serta status kepemilikan atau penguasaan lahan.
Sejumlah dokumen dapat digunakan untuk mendukung proses pendataan, di antaranya KTP, KK, sertifikat, SPPT, atau keterangan sah lainnya.
Pembaruan data tersebut merupakan bagian dari penyusunan RDKK untuk menentukan alokasi pupuk bersubsidi pada 2027.
Petani dapat melakukan pendaftaran maupun pembaruan data melalui ketua kelompok tani, penyuluh pertanian, atau BPP di kecamatan masing-masing. (van)










