Menurutnya, kepedulian tidak berhenti pada kegiatan mengenang, tetapi perlu diwujudkan melalui perhatian terhadap lingkungan dan sesama.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Malang Raya menjaga kebersamaan serta merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Mari kita peduli terhadap lingkungan dan sekitar. Ini milik kita bersama, mari kita jaga dan rawat agar ke depan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Kombes Pol Danang juga mengingatkan bahwa sebuah peristiwa besar dapat meninggalkan luka bagi banyak pihak. Namun, kehidupan harus terus berjalan dengan tetap memberikan ruang untuk mengenang dan mendoakan mereka yang telah tiada.
“Setiap peristiwa pasti menyisakan luka. Yang penting, kita terus saling menyemangati karena hidup terus berjalan dan bersama-sama mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, saat memberikan sambutan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa empat tahun Tragedi Kanjuruhan merupakan perjalanan panjang yang masih menyisakan duka, khususnya bagi keluarga korban.
Doa bersama, menurutnya, menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kepedulian terhadap para korban.
Kegiatan Curvasud tidak berhenti pada doa bersama dan santunan. Sebagai rangkaian peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, pada Kamis (1/10/2026) digelar khitanan massal bagi 63 peserta, pengobatan gratis, serta pentas musik. (dad/van)




